Surat Cinta Perempuan Senja

Surat Cinta Perempuan Senja

  • WpView
    LECTURES 83
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., févr. 27, 2019
Berawal dari sesuatu yang biasa dan sederhana, senyuman itu mulai menelisik setiap penjuru hati. Pribadi yang teguh dalam pendirian, tegas dalam tutur kata, berjalan diatas hamparan bumi yang lapang dan tabah. Matamu yang indah dan entah kenapa pagi selalu terbit dari matamu, terbenam bersama senja dengan rinai puing-puing kenangan. Assalamualaikum kekasih hati, ungkapan kasih sayang dari negeri ufuk timur membekas dalam setiap perjalanan hidup. Semuanya berubah, bukan karena hati yang menyatu dengan sosok indah dalam pandangan, tapi tentang sajak kosong tak bermakna. Orang yang sering berkata rindu, seringkali berkata sayang ternyata hanya bualan semata Surat cinta perempuan senja dengan seutas harapan di tengah perjalanan menghapus duka yang lahir dari aksara jngga dan terbenam di ufuk timur.
Tous Droits Réservés
#127
suratcinta
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • (Bukan) Keluarga
  • Traces of Pain, Steps to Bliss: A Love Story That Found Its Home
  • Langit Senja (End)
  • Surat Cinta Langit Senja
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT
  • Aku kamu dan sahabat ku
  • Cerita Tanpa Akhir [Completed] (Proses Penerbitan)
  • Jodoh Kedua (END)
  • Behind the Silence
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)

Sequel 'Umi untuk Putraku' __________________________ Dulu, ia menikah dengan seorang duda berbuntut satu. Namun, sekarang ia men-janda. Tertinggal putra putrinya yang menjadi kunci ia bersemangat. Keduanya pula yang menjadi alasan kuat ia berusaha bangkit dalam kesenduan. Pikirnya semua akan baik ketika hatinya telah tertata apik setelah mengikhlaskan sedikit kepergian sang suami. Kenyataan berbanding terbalik. Awalnya semua baik, sangat baik. Sampai ia dijatuhkan oleh perasaan yang ia pikir baik. Semua kembali seperti dulu. Ketika ia dipinang almarhum sang suami dan memiliki putra sambung yang saat itu belum menerimanya. Ia harus berperang kembali merebut hati sang putra. Namun, bedanya tak ada sang suami yang menyemangatinya. Dengan hati yang masih berusaha mengikhlaskan almarhum sang suami, ia harus menggunakan sisa hatinya untuk melunakkan hati putranya yang tiba-tiba kembali mengeras entah karena apa. Ketika dulu sang suami melarangnya untuk bekerja, kini ia harus memaksa tulangnya untuk bekerja keras. Bukan hanya satu atau dua pekerjaan yang ia lakukan, tapi banyak pekerjaan yang dilakukannya. Tak ada waktu luang baginya. Hari-hari hanya ada kerja, kerja, dan kerja. Dengan menggendong sang putri ke mana pun langkahnya membawa. Semua demi sang putra yang berubah layaknya singa kelaparan. Pun dengan putrinya yang turut menjadi takut tiap kali melihat sang kakak. "Tak peduli badanku hanya tersisa tulang dan kulit. Apapun akan kulakukan untuk putraku." "Tak peduli badanku kurus kering tak terawat. Apapun akan kulakukan asal putriku bisa makan dengan kenyang." Kisah akan dimulai. Bagaimana single parent rapuh itu menjalani hidup barunya ...? SELAMAT MEMBACA:) Cover: Pinterest+Canva

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu