Puisi Puisi Cinta (Tanpa Kata "Cinta")
  • Reads 1,469
  • Votes 94
  • Parts 11
  • Reads 1,469
  • Votes 94
  • Parts 11
Ongoing, First published Feb 23, 2019
Cinta tidak dapat terdefinisikan secara mutlak. Cinta, bagi saya, hanya sekadar perasaan. Sebab perasaan itu bersifat relatif dan abstrak, maka mestilah perasaan itu dibuktikan dengan suatu tindakan atau gambaran agar dapat diketahui oleh siapapun.

Puisi, bagi saya, haruslah mampu menjelaskan sesuatu tentang apa atau siapa saja, termasuk cinta. Dalam puisi, cinta bukan hanya sekadar kata yang mesti ditulis secara verbal dengan  makna yang abstrak atau bahkan sulit apabila dijelaskan. Dalam puisi, cinta (mestinya) tergambar jelas lewat berbagai peristiwa atau sudut pandang (lain) yang berbeda dan unik yang ditulis oleh setiap penyair.

Inilah yang menjadi tantangan bagi para penyair, khususnya bagi saya sendiri, bagaimana menggambarkan cinta dalam puisi, bahkan tanpa kata cinta. Begitu.

Selamat membaca! Selamat mengapresiasi!
Kritik dan saran Anda sangat saya butuhkan :-)

Salam sastra!
All Rights Reserved
Sign up to add Puisi Puisi Cinta (Tanpa Kata quot;Cintaquot;) to your library and receive updates
or
#480quote
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Rengkuh Rasa, Remuk Raga cover
JODOH PAK LURAH  (SELESAI & PINDAH DREAME/INNOVEL) cover
The Queen Sheyna (END) cover
30 AKSARA MAHABBAH [ON GOING] cover
Kumpulan Puisi cover
Bisikan Hati cover
Arrogant vs Crazy  cover
My SIN (GXG iam Lesbian)  cover
အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete) cover
Rembulan Yang Sirna cover

Rengkuh Rasa, Remuk Raga

29 parts Ongoing

Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** ©2025