Danial oneshoot (1-10) Selesai

Danial oneshoot (1-10) Selesai

  • WpView
    Reads 1,869
  • WpVote
    Votes 169
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 18, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Yang belum baca cerita 'Love You My Troublemaker' disaran kan untuk membaca terlebih dahulu Ini bukan sequel nya, tapi.... baca aja yah 😉☺ ~~~~~~ "BERISIK!" teriak seorang gadis dari kaca jendela lantai atas. "Aelah dera mah suka jahat sama aku. Ngambek nih" "Najis" "Bukain pintu Nya woi! kalo ada tamu itu di suruh masuk, bukannya di guyur pake aer, diseduhin air teh kek atau air kopi, susu coklat susu putih juga boleh hehe" "Nggak!" "Der" "Pergi lu! gue ga sewa pengamen rongsokan kek elu" "Ngomong suka pedes" "Bodo!" ~~~~~~ Begitulah jika danial dan dera sudah bertemu. Selalu bacot bacotan Hingga mereka menyadari sesuatu, sesuatu yg selama ini pernah mereka rasakan, hanya saja tidak tau harus berbuat apa Penasaran? Dibaca kuy
All Rights Reserved
#10
danial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tingkat Tiga
  • Cowok cuek dan Cewek jutek (SELESAI) [PROSES REVISI]
  • Naughty Nanny
  • You Are My Sunshine [Boboiboy Solar X Reader]
  • Arsyilazka
  • Felicity [On Going]
  • Tragedi Cinta! - BTS [Short]
  • Angelista Geavano [Completed]
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Viona Allexa Miller

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines