DIA KEMBALI

DIA KEMBALI

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 22, 2019
Matahari sudah mengganti dirinya dengan bulan. Siang sudah berubah menjadi malam. Terang sudah berubah menjadi gelap. Awan putih sudah berubah menjadi awan hitam. Tapi ada satu perasaan yang tidak pernah berubah sedikit pun kepada seseorang yang sudah menghilang entah kemana. Perasaan itu tetap sama seperti dulu. Hatinya masih ingin menunggu dia yang sampai sekarang tak kunjung datang.
All Rights Reserved
#26
diakembali
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aizam dan November
  • hope [END]
  • Adrian&Aleya
  • If we can together
  • Paradise
  • Bumi ; The Hurt
  • KERLIP BINTANG CINTA
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]

[END] Waktu Aizam berumur 6 tahun, Bunda pernah bilang bahwa Aizam adalah putra yang selama ini mereka nantikan setelah 3 tahun menikah. Penantian Ayah dan Bunda terjawab sudah, putra pertama yang dinanti-nantikan itu pada akhirnya lahir dengan hati seluas samudera. Kalau kalian mengira terlahir sebagai anak yang paling dinantikan adalah sebuah bentuk kemenangan karena mungkin akan dijaga mati-matian dari yang namanya luka, Aizam tidak begitu. Di sini lah Aizam berdiri. Di tumpuan kakinya sendiri yang ringkih dan punggung tegap yang sebenarnya rapuh. Kehilangan sudah akrab sekali dengan Aizam. Apa pun yang ia punya, seringkali direnggut paksa hingga tak bersisa. Bahkan ketika yang ia punya hanya dirinya sendiri, mereka masih tanpa ragu merenggutnya secara paksa. Sehingga yang tersisa hanyalah Aizam yang tak utuh lagi, membuat kepalanya berisik dipenuhi berbagai macam pertanyaan yang entah sampai kapan tak memiliki jawaban. Sebenarnya Aizam ini siapa? Sebenarnya Aizam ini sekuat apa? Sebenarnya Aizam ini apa artinya bagi Ayah dan Bunda? Aizam butuh obat. Butuh pereda untuk sesuatu di dalam sana yang butuh sebuah pengalihan rasa sakit. Mungkin, pergi yang jauh dan menyibukkan diri mungkin dapat menjadi obat baru bagi Aizam di saat tak ada satu pun tangan yang terulur untuk membantunya sembuh, begitu pikirnya. Hingga kemudian, setelah beberapa waktu yang tak bisa disebut sebentar, ada momen di mana bundanya berdiri dengan tubuh rapuh, lalu memeluk erat sosok di depannya dengan hati remuk, menumpahkan segala sesal yang ia pendam seluruhnya di dada. "Mas, aku mulai lupa suara putraku .... Aku lupa gimana suara Aizam." [Aizam dan November] Highest rank #2 in Angst #1 in SMA Start : April 2023 Finish : Januari 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines