~titik beku terdalam ~

~titik beku terdalam ~

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 23, 2019
Aku tak tau harus dengan kata dan kalimat apa lagi aku mengutarakan rasa ini, rasa yang telah lama terpendam dan bahkan kini mungkin telah bersarang di dalam hati ini, sulit bagi ku untuk menghilangkan rasa ini, karena besar harapanku untuk memilikiMu kelak,,,, Susah memang jika jadi perempuan, serba salah, memendam salah bahkan itu juga bisa melukai diri sendiri, sedangkan bila aku mengungkapkan, takut kau bilng aku terlalu agresif, dan tidak mungkin juga aku untuk melakukan itu semua karena aku hanyalah seorang wanita, yang di mana wanita hanya bisa menunggu saat cinta itu menghampiri mereka, lelah yg kurasa saat setiap hari aku harus berhadapan denganMu, bingung, harus dengan cara apa lagi agar kau memahami dan peka dengan apa yg aku rasa,,, Kini aku telah sampai pada titik di mana aku hanya bisa membeku saat kau tepat berada di depan mataku persis, sontak tubuhku, bak mayat berdiri yg serba salah dengan semua ini, aku hanya bisa diam dan mengikuti arus,,, Kini aku masih sprti yg dulu masih sama tak ada yg berubah aku yg dulu kau kenal masih mengagumiMu, karena sosokMu memang terlalu indah untuk di kagumi dan terlalu sakit untuk aku lupakan, biarkanlah Tangan tuhan yg menjawab semuanya agar kelak kita tau mana yg terbaik untuk ini semua, dan jikalau engkau masih tetap diam dan membisu, *maka bisaku hanyalah mencintaimu dalam, diamKu*,,, Inilah sepucuk pengharapanku padamu mengertilah aku hanya hati yg mencoba berlindung di balik pundakMu🙏
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAK BERSAMBUT
  • Seluruh Nafas Ini (Tamat)
  • I WONT GIVE UP
  • flashback~
  • N O R A [on going]
  • DEARWA [END]
  • Love In Silence
  • Disturbances (End)
  • Serpihan Luka
  • PELANGI

Aku selalu terjatuh dan dia sendiri yang membuatku kembali berdiri lalu mengejarnya. Tak pernah berhenti membuatku berpijar padanya, namun ia sendiri yang tak pernah letih mengatakan bahwa aku bukan siapa-siapa. Aku sudah mulai bisa melihat ujung dari hubungan yang sangat melelahkan ini. Aku tidak tahu, apa yang ia lakukan hingga mampu membuatku bertahan dengan sejuta rasa sakit yang aku rasakan. Tapi maafkan aku, ku pastikan tak akan muncul lagi dihadapanmu

More details
WpActionLinkContent Guidelines