Possessive with Obsession or Love?

Possessive with Obsession or Love?

  • WpView
    Reads 279
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 25, 2019
Selama belasan tahun aku tinggal dgn ibuku, semua terasa menyenangkan walaupun aku hidup sederhana. Hingga disaat umurku genap berusia 16thn ibuku meninggal dunia dan kemudian ayah juga ibu tiriku datang meminta untuk tinggal bersama mereka juga keluarganya. Disanalah kehidupan ku yang baru akan dimulai dari bertemu dgn 5 kakak laki²ku yang super possessive hingga lingkungan baru dari kalangan keluarga kaya raya.
All Rights Reserved
#354
kimmingyu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADEEVA
  • [Badass #2] Hot Guest ✔
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Misteri- US
  • Adopted by One Direction
  • Alamanda (Telah Terbit)
  • New Possessive Family
  • MY BOYFRIEND IS MY HUSBAND
  • My Little Girl [COMPLETED]
ADEEVA

Hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan, dalam hidup kita akan dihadapkan pada kenyataan yang menyenangkan bahkan yang menyakitkan, tapi kita tidak bisa menghindar dari semua kenyataan itu. Selain itu dalam hidup juga kita akan dihadapkan pada tantangan yang mungkin akan menyulitkan langkah kita, namun dengan semua tantangan itu hidup akan terasa lebih baik. Abigail Adeeva Afsheen, sumber kebahagiaan yang menyenangkan seperti cahaya bintang. orang tuaku memeberi nama itu agar aku dapat berbahagia nantinya tapi kebahagiaan seperti menghilang dari hidupku. Aku sempat berfikir dalam hidupku hanya terdapat sedikit kebahagiaan dan dipenuhi dengan kesedihan dan kehilangan, tapi dengan berjalannya waktu aku bisa memahami masalah terbesar dalam hidupku yaitu aku kurang bersyukur, aku selalu menyalahkan keadaan atas semua kejadian yang menimpaku selama ini sampai aku tutup mata dengan semua yang telah aku miliki, menutup mata terhadap orang-orang disekitarku yang menyayangiku dan terlalu fokus pada orang-orang yang telah pergi dari hidupku, kedua orang tuaku dan kedua sahabatku. Tapi sejak aku bertemu dengan dia, aku bisa menikmati hidupku, aku belajar tentang yang namanya dewasa bersama dia, dia mengajariku banyak hal, mengajariku bagaimana cara bersyukur dan menikmati hidup yang sedang aku jalani, dari dia juga aku belajar bagaimana cara menyanyangi dengan tulus tanpa menuntut balasan apapun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines