Marissa

Marissa

  • WpView
    Reads 638
  • WpVote
    Votes 98
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 21, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Cinta, katanya indah. Tapi bisa menyakitkan. Rindu, katanya indah. Namun menyiksa. Icha, seorang gadis pemilik senyum manis menyukai sorang lelaki tampan yang dingin. Bisakah Icha melelehkan sifat dingin lelaki itu? Benar ya kata orang, yang dingin itu manis. Sama kayak kamu. -Marissa "Siapa yang mau sama matahari kalau udah nyaman sama hujan?"
All Rights Reserved
#105
hurts
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Can I Call You Mine?
  • REYDIRA  || TERBIT
  • Struggle
  • DEVAN
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Marsella (1)
  • Bad Girl vs Ice Boy [PRE-ORDER]✔
  • Queen (End)
  • SEMESTA

Bagaimana jadinya jika kamu jatuh cinta pada seseorang yang minim akan pengalaman dalam kisah cintanya? Terlebih lagi, orang itu tidak mau peduli dengan cinta. Itulah yang dialami oleh seorang gadis bernama Falisha atau biasa disapa Ica. Pada awalnya, Ica hanya penasaran dengan Arsen dan segala sisi misteriusnya. Sikap Arsen yang dingin sangat kontras dengan teman-temannya yang terlihat ramai dan riuh setiap saat. Dari situlah muncul rasa ingin tahu yang besar hingga menggerakkan Ica untuk terus mendekati Arsen. Seiring berjalannya waktu, timbul perasaan di hati Ica. Perasaan indah yang muncul karena banyaknya waktu yang telah mereka habiskan bersama. Semuanya terlihat baik-baik saja hingga akhirnya Ica menyadari bahwa bukan hanya dirinya lah yang tengah berjuang mendapati hati laki-laki dingin itu, melainkan juga Bella, sahabat dekat Arsen yang nyaris mendekati kesempurnaan. Ica pun menyadari bahwa dirinya tidak akan pernah menang dari Bella. Apa yang akan Falisha lakukan? Apakah gadis itu akan terus memperjuangkan perasaannya? Atau mungkin mundur dan menyerahkan perasaannya pada takdir?

More details
WpActionLinkContent Guidelines