Manis Yang Terasa Pahit

Manis Yang Terasa Pahit

  • WpView
    přečtení 173
  • WpVote
    Hlasy 27
  • WpPart
    Části 6
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno úte, dub 16, 2019
Seorang gadis yang selalu beruntung tapi tidak dengan kisah cinta dan persahabatannya. Memilih pergi meski dirinya merasa sesak mendalam. Dia yang cuek tapi lebih memilih menderita daripada orang yang disayangnya terluka. *** Hayhay welcome in my first story yups:D selamat membaca kawan;)
Všechna práva vyhrazena
#267
lelah
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Let Me Love You Longer
  • Menyerah atau Bertahan?
  • A RECCURING PAST
  • You Are Mine [Terbit]
  • True Love?
  • Cah Semprul ( Tamat)
  • Perihal Waktu

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu