silence glasses

silence glasses

  • WpView
    OKUNANLAR 726
  • WpVote
    Oylar 19
  • WpPart
    Bölümler 6
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cum, May 16, 2025
Avril Marie Mohler berusaha menemukan arti hidup. Apa yang harus dikerjakan sehingga ia menemukan kebahagiaan? sebagai bungsu di keluarga Mohler, membuat Avril mendapatkan semua keinginannya. Terlebih, kedua orangtuanya mendukung semua keinginannya. mendapatkan kebebasan, Avril mencoba hampir semua hal yang ingin dia lakukan. menjadi anggota cheers? cek. pemain teater musikal? cek. seorang penari? cek. pemain tenis? cek. mengikuti kelompok pencinta alam? cek. Avril dan seluruh rangkaian kegiatannya membuatnya hampir tidak ada di rumah kecuali untuk tidur. ada satu hal yang mampu melumpuhkan Avril. menghilangkan semua keinginannya untuk melakukan eksplorasi. Matthew Corner. hanya dengan kehadiran Matthew, Avril mendapatkan petualangannya. hanya satu hal. Matthew tidak pernah meliriknya atau bahkan mengizinkannya untuk masuk ke dunianya. pria itu terlalu biasa untuk seorang Avril. but, hell! Avril sudah memutuskannya dan ia tidak akan pernah mundur.
Tüm hakları saklıdır
#41
us
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Let Me Love You Longer
  • Behind The Smile
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • PINK STAIN [COMPLETED]
  • GAZELLE [END]
  • || Untouchable Man || End ✔
  • Terkunci Dalam Takdir
  • Grow Up [COMPLETED]

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi