Beban Anak Pertama

Beban Anak Pertama

  • WpView
    Membaca 33,693
  • WpVote
    Vote 1,897
  • WpPart
    Bab 88
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Apr 13, 2024
Ini Cuma pelampiasan si anak pertama perempuan . Ditulis pas lagi emosi emosinya. Jadi abaikan saja. Ngak usah dibaca. Bacotan ngak berguna ini.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#619
sulung
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Breathe
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • The Butterfly Squad
  • Aku, Luka Dan Lupa
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • When Destiny Chooses (Taegyu Gs)
  • NAFTAM
  • Pacar
  • ANGEL (END)
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan