RE-START

RE-START

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 31, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dunia di ambang kehancuran.... Perang menjadi hal yang biasa pada saat itu. Perang untuk memperebutkan maupun untuk menghancurkan yang menjadi sumber masalah tersebut. Seorang gadis yang terlihat lemah yang menjadi akar dari semua kekacauan ini bersama adik nya. Namun sesuatu terjadi dan membuat mereka mengulang kisahnya dengan hidup baru dan mencari cara untuk memperbaiki kesalahan nya. 'Hanya karna kau adalah orang lain, bukan berarti kamu tidak bisa seperti dia. Berusahalah dengan kemampuan mu, buatlah orang lain bahagia dengan perbuatanmu.' . . . . . Yeeey, hellooo semwanyah °3° Trima kasih kalaw udah mau baca Saia terima kritik apapun koq karna saia masieh noobie UwU Cover: by gendka / mee Keep reading
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Faith in You : The Seeker
  • Kaisar, Tolong Abaikan Saya! [END]
  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Romeo, Take Me! [END]
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • Reincarnated [END]
  • ARE YOU MY DESTINY ?
  • The Vermilion Primrose - END
  • When an Antagonist becomes Heroine

Kehidupan yang kamu dambakan itu... Dengan mudahnya lenyap tepat di hadapanmu, Tidak ada harganya lagi. Frustrasi? Depresi? Bukan... Kata-kata tidak dapat mewakili perasaanmu kala itu, Bisa hidup setelah semua itu terjadi pun... Sungguh merupakan suatu keajaiban. Theta merupakan korban sekaligus saksi hidup dari suatu insiden yang merupakan rahasia besar di balik damainya negeri ini, yaitu keberadaan penyihir dan para penumpas sihir yang bekerja di balik layar. Mencari kebenaran adalah salah satu alasan kemudian ia bergabung dalam organisasi penumpas sihir, kemudian ia berlatih hingga mendapat tugas ke Kota Abad Baru. Sebuah tugas khusus yang berhubungan erat dengan insiden yang ia alami dulu. Namun, kehadiran seorang demi seorang semakin mengganjal perasaannya. Setitik demi setitik kebahagiaan mulai melekat di hatinya, seakan bertanya pada diri "Apakah ini keputusan yang tepat?" Sementara ia tahu, bahwa menginginkan segalanya berarti siap untuk kehilangan segalanya. Manusia hanya melihat apa yang ingin mereka lihat, Percaya dengan apa yang ingin mereka percaya, Lalu bagaimana denganmu? Apakah kamu akan menerima atau berpaling dari kebenaran? Keputusan ada di tanganmu, Kupercayakan itu padamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines