Miss You [Hiatus]

Miss You [Hiatus]

  • WpView
    Reads 13,119
  • WpVote
    Votes 466
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 17, 2019
'Yaya tak menyangka akan dipertemukan dengan orang yang sudah pernah membuat hatinya pecah dan hampir membuat harinya kosong selepas kepergiannya. Dan kini tanpa tak terduga ia melihat jelas didepan matanya bahwa orang tersebut tersenyum padanya'. 'Akankah Halilintar bisa membuat gadis yang dulu pernah mengisi hatinya itu kembali kepelukannya setelah ia pernah melakukan kesalahan yang mungkin tak akan bisa ia lupakan dan juga gadis itu, setelah ia kembali dipertemukan dengannya?'
All Rights Reserved
#250
taufan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [✔] HEY TWINS!
  • Let's Wreak Havoc | [ ✓ ]
  • °•○ RENJANA ○•° {On Going}
  • Brothers?! [Boboiboy Elemental Siblings] (On Going)
  • Home
  • Bertahan atau Lepaskan? [S1 END]
  • I'm The Antagonis!?
  • PAIN [Boboiboy]
  • Memories Of Our Brother

Dia Halilintar si pengagum benda-benda langit pula sang pemilik senyum indah yang mencari arti kebahagiaan yang sebenarnya. "Aku muak.". "Al, kenapa pengen jadi VTuber?". Baru saja tenang dalam gulungan selimut selepas menjalani kewajibannya sebagai seorang muslim, Halilintar malah kembali ditegangkan oleh situasi saat Amato datang ke kamarnya dan mengecek hasil ulangan hariannya. "Ayo mulai dari awal, kisah kita yang jauh lebih manis. Hanya tentang cinta dan kasih sayang tanpa adanya perpisahan lagi," Gempa mengatakan kalimat tersebut dengan lembut di akhir ucapannya. "Aku takut kalau kita gak bisa ketemu lagi," Wasit mengangkat tangan Taufan sebagai tanda kemenangan. "Kenapa bukan kamu aja yang mati?" terdengar tenang namun menyakitkan. Amato dibutakan oleh amarah, dia tidak peduli lagi dengan ucapannya yang akan menyakiti Halilintar. "Halilintar mengalami pneumonia karena infeksi paru-paru yang cukup parah," kata dokter itu, suaranya tenang. "Ayah, sakit ..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines