J A R A K

J A R A K

  • WpView
    LECTURES 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., févr. 24, 2019
WpInfo
Histoires vraies
Mots-clésceritapendek
Pagi itu kita awali dengan perdebatan. Dia dengan kegigihan hatinya mempertahankan hubungan ini. Tapi aku tetap dengan keresahan yang kurasakan sejak tadi malam. Setelah pertengkaran semalam, Aku hanya bisa menangis sepanjang malam. Sedangkan dia terpaku terdiam dibalik telfon. Ya.. kami adalah pasangan yang sedang menjalani hubungan jarak jauh. Sekita 878 KM jarak kami, Dia yang jauh di Bogor dan aku di Malang. Malam itu kamarku yang gelap dan sunyi semakin terasa hening. Aku tetap menagis sambil memegang telfon genggamku. Dia tetap dengan keheningannya dibalik telfon genggamnya. Sampai akhirnya telfon kami sama2 mati, dan aku pun tertidur dengan membawa air mata dalam tidurku. Kurasa malam itu adalah pertama kali kami bertengkar cukup hebat. Karena Pagi ini perasaanku tidak lega seperti biasanya ketika berdebat dengannya. Biasanya, jika kami berdebat, esok hari perasaanku akan biasa saja tanpa merasakan sesuatu yang berat. Tapi pagi ini berbeda. Aku masih dengan emosiku semalam, masih dengan kekesalanku semalam, masih dengan kekecewaanku semalam, dan segala kesedihan semalam. Seperti biasa, pagi ini bangun tidurku diawali dengan sapaan manis dia di whatsapp yang hampir setiap pagi menyapaku dan akhir2 ini terasa lebih sering. Aku masih dengan perasaan campur aduk, tak membalas satu pesanpun dari dia. Dia terus meminta maaf dan memohon. Sedangkan aku, masih berusaha menata hati. Entah apa yang pasti aku rasakan, aku ingin mempertahankan tapi disatu sisi aku ingin untuk mengistirahatkan kedekatanku dengannya. Meski perasaanku untuk mempertahankan terasa lebih kuat, tapi perasaan takut terus saja hadir. Ya, "aku ngga mau jauh dari dia, tapi aku sangat marah". Kurasa itu kalimat yang cukup mewakili perasaanku pagi ini.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Senja Yang Tak Kembali
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • When Love is Breaking
  • Sebentar Saja
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • Love My Twins | END

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu