Chemistry | Na Jaemin

Chemistry | Na Jaemin

  • WpView
    Reads 722
  • WpVote
    Votes 324
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 23, 2019
Perbedaan sifat bukanlah masalah dalam mencintai. Persamaan juga bukan patokan untuk saling memiliki. Tapi Cinta itu akan tumbuh ketika merasakan kenyamanan saat bersamanya. Bukan hanya sekedar tertarik dengan wajah yang tampan atau lainnya. Jika Jaemin mempunyai sifat yang dingin, maka Jae Na adalah sebaliknya. Jika Jae Na adalah orang yang penurut, maka Jaemin bertolak belakang dengannya. Disinilah kamu akan mengetahui, adanya ketidak cocokan yang menemukan Cinta.... "Kita itu nggak akan pernah cocok sampai kapanpun." -Jaemin- "Walaupun banyak ketidak cocokan diantara kita, tapi gue cuma nyaman sama lo. Gue Cinta Jaemin, bukan Jimin!" -Jae Na- ---------- Inspired by Drakor 빅 Wed, 27-02-2019
All Rights Reserved
#67
struggle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Winter
  • Our Story (END)
  • Senja Jadi Sendu (END)
  • Asrama Purple1
  • BROTHER || JICHEN
  • TERBIT | Just Friends
  • IN BETWEEN || JENO&JAEMIN
  • Arjuna: Si (bukan) Pencari Cinta
  • NA JAEMIN; boys with life[✔️]
  • Sweet Night
Winter

(Completed) "Ter, menurut lo kenapa ayam tuh dikasih nama ayam? Kenapa nggak sapi aja atau.. kudanil gitu?" "Kalau gue gorok leher lo sekarang, kira-kira lo mati apa nggak napas aja, Na?" Nareshwara itu tinggi ✅ Ganteng ✅ Suaranya bagus ✅ Jago gombalin cewek❌ Kalem banget❌ Nggak suka nyusahin Winter❌ "Kayaknya sih mati.. tapi ayam tuh ya-" Lelah lahir batin. Itulah yang selama belasan tahun Winter rasakan. Bersahabat dengan pemuda minim kewarasan yang selalu bertingkah 'semau gue' serta penganut prinsip 'terobos ajalah anying' ini bikin Winter sadar kalau resign jadi penduduk bumi bukanlah pilihan buruk. "Lo waras dikit bisa nggak, Na?" *** "Gue suka sama lo." "Hah?" "G-gitu, kan, bilangnya?" "Ah-ooh, iya ya, bisa gitu.. sih?" "Tadi itu pe..percobaan... ehehek," *** Sementara bagi Jeriko, menebas egonya yang setinggi langit dan hatinya yang sebeku daratan Antartika bukanlah perkara mudah. Namun, dihadapan seseorang yang berhasil memberikannya tempat ternyaman untuk 'pulang'. Dia bersedia memberikan apapun, sekalipun harus goresan luka yang jadi bayarannya. "Kalau gue mati.. lo juga harus mati, Darling. Seenggaknya kalau kita nggak bisa bersatu dibumi, kita bisa abadi di surga." "Mahluk kayak lo lebih pantas ada di kerak neraka sana!" "Lo mau abadi di neraka sama gue? Fine, gue nggak masalah mau dimana pun. Asal ada lo-nya." "DIH, SINTING!" "Love you more, Darling." *** 17+ ©Dandelions042

More details
WpActionLinkContent Guidelines