PATAH HATI [REVISI]

PATAH HATI [REVISI]

  • WpView
    Reads 398
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 22, 2019
"Zik,baju kamu kenapa kuning gitu??"tanya mami "Ini mi ketumpahan es"jawab ziki yg sedang membuka sepatu. "Makanya lain kali kalo jalan liat liat"ucap mami nya "Ih engga mi,tdi ada cewe yg ga sengaja kesandung eh es nya malah tumpah ke aku."jawab ziki yg terlihat cape "Ouhh kirain mami,anak mami ceroboh:v" ucap mami "Oiya cewe nya cantik ga zik??"goda mami "Ih mami apa sih malah nanya gitu,aku aja baru kenal dia"jawab ziki "Nih ya zik Tak Kenal Maka Tak Sayang"candaan mami "Udah ah ziki mau ke kamar"jwb ziki yg langsung meninggalkan mami nya. Mami POV Dasar anak muda zaman sekarang,aneh aneh ajaa:v
All Rights Reserved
#11
pemalu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jomblo di eskul Pramuka
  • Bunda taehyung~~KOOKTAE
  • My Daddy (BXB) [Belum Di Revisi]
  • When Mr. Bossy Falling In Love
  • TIGA SERANGKAI
  • Perjodohan paksa || jaemnnie
  • Sergio [bxb]
  • Bad Girls VS Bad Boys
  • Secret Bad Nerdy Girls
  • | RIKO POLOS |

"Mulai hari ini kamu ibu masukkan ke dalam eskul pramuka, bahagialah!" Entah kenapa di akhir kalimat, pengucapan ibu Fatimah begitu menekan ke dalam jantungku. "Tung--Tunggu dulu bu. Saya belum pernah menyetujuinya" "Apakah itu harus?" Nada dingin dan sentuhan tangan beliau langsung menjalar ke urat nadiku "I--itu tergantung dengan situasi dan persepsi dari--" "Mana jawabanmu?" "Baik bu" Sial... Kenapa mulutku tak memikirkan nasibku yang akan datang. "Yaah, ibu tau kamu malu kok" (Bu! Hentikan omong kosong anda) Begitulah kalau aku punya nyali untuk mengucapkannya. "Nandi, mulai hari ini, dia bergabung dengan eskul pramuka" Ibu Fatimah mendekati seorang wanita yang dari tadi memperhatikan kami. Kalau aku bilang, lebih seperti seorang anak kecil sedang memperhatikan anak kecil lainnya yang sedang dipaksa oleh orang yang lebih tua. Entah apa yang mereka bisikkan di sana, tapi aku yakin, pasti itu bersangkutan dengan privasi yang kujaga lebih dari apapun. "Dimas, Nandi juga setuju dengan ini. Jadi kau sepulang sekolah bisa langsung ke ruang pramuka nanti" Lalu beliau tersenyum. Entah kenapa senyuman tersebut mempunyai maksud yang berbeda dari apa yang dia katakan sebelumnya "Jangan kabur ya..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines