Penjara suciku

Penjara suciku

  • WpView
    Reads 759
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Wed, Nov 6, 2019
Kisah hidup seorang anak yang di paksa untuk mondok oleh orang tua nya,, AZILA DISYA ROFI'ILA gadis yang berjuang sendiri melawan ego dan kebiasaan hidupnya untuk kebahagiaan keluarga nya dengan dia mondok.. Namun bukan berarti dia bisa berjuang sendiri,, sahabat yang selalu menemani nya dia kuat karena sahabat nya dia tidak menyerah karena sahabat nya, Namun persahabatan nya pun diuji karena tidak ada pondok Tampa ujian hidup,, ego, kecewa,dan benci membuat semunya mengubah takdir #maaf masih banyak typo
All Rights Reserved
#26
shabat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • Arfan & Syeira
  • Jejak Di Antara Bayangan [END]
  • HEARTACHE [Completed]
  • MAWAR
  • Shatara [SUDAH TERBIT]
  • LIKE A FOOL
  • Lentera Lily
  • ASAVELA KIARA
  • MY SWEET BOY [SUDAH TERBIT}

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

More details
WpActionLinkContent Guidelines