My Maid Is Sexy

My Maid Is Sexy

  • WpView
    Reads 1,704
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 24, 2019
Prolog Visualnya diatas rata rata, dengan tubuh atletis, rahang tegas dan sorot mata tajam, membuatnya semakin maskulin. Dengan ketampanannya ini ia mampu menggaet puluhan wanita, namun sayang dengan sifatnya yang dingin terhadap wanita membuat lawan jenisnya tak berani mendekat. Alvero Lin Alexander, seorang pria penerus Lin Group, perusahaan yang terkenal itu. Di umurnya yang terbilang sudah matang (28), namun Alvero masih setia sendiri, hanya pekerjaanlah yang menemani. Tapi semenjak kedatangan pembantunya yang bernama Key latifa (25) seorang gadis desa cantik, sexy, parasnya mampu membuat seorang Alvero tak berkedip. Akankah Alvero menyudahi masa lajangnya dengan menikahi Key, atau masih bertahan akibat rasa gengsinya. To be continue
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  BECOME THE PET OF THE FEMALE MAFIA [ END ]
  • Alsea
  • Ciuman Curian dari CEO!
  • ALCA
  • [END] Night With CEO
  • ALEXANDRA ANJANI (ON GOING)
  • ALVARO (On Going Revisi)
  • MY CRUSH - MAS SANTRI [ TERBIT NOVEL ]
  • Si Cantik Milik Pria Soleh

[NEXT AKAN DI REVISI+CHAPTER TAMBAHAN] Pernahkah kamu terbayang menjadi boneka dari seorang mafia wanita yang kejam dan tanpa belas kasih tetapi tanpa kamu tahu apa penyebab nya? Pintu baja berderit terbuka. Alvin mengangkat wajahnya perlahan. "Kau... siapa?" "Rosé," jawabnya singkat. "Kau akan mengingat nama itu mulai sekarang." Alvin menggeleng. "Kenapa aku di sini? Apa salahku?" Rosé tak menjawab. Ia hanya menatap wajah Alvin dalam-dalam. Tatapan itu tajam, menembus,seolah ia sedang mencari sesuatu yang tersembunyi di balik wajah polos Alvin. "Kau tidak salah...kau hanya sangat mirip" ucapnya pelan. "Maksudmu apa?" Rosé mendekat. Napasnya hangat namun dingin secara emosi, menyentuh wajah Alvin yang berkeringat. Ia merendahkan tubuhnya, menatap Alvin dari jarak dekat. Tangannya mengelus pelipis Alvin dengan pelan, seperti menyentuh hantu masa lalu. "Sudah kubilang, kau tidak perlu tahu sekarang" bisiknya. "Yang perlu kau lakukan... adalah bertahan." "Bertahan dari apa?!" Rosé menarik diri dan tertawa kecil,tawa yang hambar dan pahit. "Dari aku" katanya datar. Typo everywhere, sorry penulisan masih belum rapih dan kalo ada kesalahan please kasih tau yaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines