Titik.

Titik.

  • WpView
    Reads 250
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 21, 2024
Kebencian Ellina dengan tanda titik membuatnya menjadi siswi yang sangat tertutup. Ia trauma dengan kejadian masa lalu yang pernah menimpanya. Baginya tanda titik dominan dengan kata akhir. Dia paling benci dengan perpisahan, dia ingin cerita terus berlanjut tanpa akhir. "Saya gak suka dengan akhir, meskipun itu akhir yang bahagia." "Lo lihat ini? Titik nya ada tiga, dan cerita masih berlanjut. Artinya tidak semua tanda titik itu menandakan bahwa ceritanya telah berakhir"
All Rights Reserved
#13
ellina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ℤ𝔸𝕐ℕ
  • Changes a Lot
  • posesif girlfriend(REVISI)
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • 2. Kepahitan dalam Cinta [END]
  • ALDEANDRA [TERBIT]
  • ALDERINO
  • Raymentara

Zayn, Seorang remaja, yang harus merasakan getirnya hidup seorang diri di sebuah rumah besar yang terasa kosong. Kedua orang tuanya harus pergi jauh untuk urusan pekerjaan yang tak bisa ditunda. Rumah itu besar, namun terasa sunyi. Kebebasan yang seharusnya menyenangkan, kini terasa hambar. Di tengah kesendiriannya, takdir mempertemukannya kembali dengan sahabat lamanya, Elinno. Sosok yang sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri. Pertemuan itu membawa warna baru dalam hidup Zayn. Namun, tanpa ia sadari, kebebasan yang dulu ia nikmati perlahan mulai terkikis. Elinno, dengan segala perhatian dan kasih sayangnya, tanpa sengaja merenggut ruang geraknya. Suatu hari, masalah rumit datang tanpa permisi. Seorang asing tiba-tiba muncul, membawa serta teka-teki yang harus dipecahkan. Zayn, dengan segala kepolosannya, menarik orang asing itu ke dalam kehidupannya, mengangkatnya menjadi adik dan tangan kanannya. Bersama, mereka menghadapi kasus besar yang kompleks. Di tengah kekacauan itu, suara-suara berani muncul, membawa secercah harapan "Kami datang, untuk mengajakmu pergi dari kesunyian dunia-" -Yeol Zicoshie "Kami siap mengorbankan apapun agar kalian kembali bersama kami-" -Elinno Ryzach Namun, di sisi lain, suara-suara gelap juga terdengar, menghantui dan mengancam: "Kalian pembunuh-" -Zayn "Mereka, Psikopat!" -Gamaliel

More details
WpActionLinkContent Guidelines