" F I N E "

" F I N E "

  • WpView
    Reads 419
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 27, 2019
Ini adalah kisah remaja bernama Sasa yang lahir dari keluarga "broken home" tetapi, ia tak pernah menyerah dalam mengejar semua impiannya. Menurut Sasa, lahir dari keluarga yang tak sempurna bukan berarti ia terus mengeluh dan patah semangat. Kisah cinta yang Sasa jalani juga sangatlah rumit, dan penuh dengan lika - liku. Akankah kisah ini berakhir bahagia atau berjalan semestinya? Entahlah, mungkin hanya Tuhan yang tau... >>> mohon maaf bila ada kesalahan kata dan penggunaan tanda baca yang tidak sesuai, masih pemula hehe✌🏿 ^^ SELAMAT MEMBACA! ^^
All Rights Reserved
#77
women
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • Tikungunya
  • Nayara [ TERBIT ]
  • RAPUH!
  • Nanti Juga Sampai
  • LOVE YOURSELF(Hiatus)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Tinta Luka [END]
  • FIZYA

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines