Hati yang rapuh

Hati yang rapuh

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 31, 2019
Hati yang rapuh... Cintaku begitu manis, sehingga membuatku terlalu bahagia menjalaninya. Dan sekarang cinta itu berubah menjadi pahit, seperti kopi yang tanpa gula. Aku rapuh, dalam kenanganmu. aku lelah, aku ingin senyumku kembali bersama keceriaanku. Aku rindu aku yang dulu, dan aku benci aku yang sekarang. Rapuh, hancur, terlihat begitu jelas diraut wajahku. Semua orang mengasihani ku yang sekarang, semua orang menganggapku gila karena cinta, dan Semua orang takut mendekatiku. Apa aku seburuk itu dan semenyeramkan itu? Oh Kenapa kau ciptakan kisah yang begitu indah, jika akhirnya kau menghancurkan harapan dari kisah itu. Kembalikan aku yang dulu.... Aku mohon. Aku lelah....... Aku juga ingin bahagia....... *Devina anjelyna kahar*
All Rights Reserved
#134
senyum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside Me [END]
  • DEAR ANNA (LENGKAP)
  • The Story of Philosofia (Bluesy)
  • Peluk Luka Hujan
  • Diary Zofanya
  • Painful By Accident (Completed)
  • Rasa Yang Salah [JeongMinji]✔
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • FIZYA
  • FRIENDzone (Completed)

TELAH TERBIT || Part Masih Lengkap! -Terinspirasi dari kisah nyata penulis- *** Aku memang sedikit berbeda. Lalu mengapa? Bukankah aku juga manusia? Tentang rasa sakit yang terpendam, masih tersimpan di memori sebagai kenangan paling menyakitkan. Tentang bullyan, hinaan, dan depresi yang tak bisa kuungkap dengan kata-kata. Tak bisa kujelaskan karena lidahku terlanjur kaku. Ini bukan kisah cinta remaja SMA, bukan juga kisah CEO kaya dengan sekretarisnya. Sebuah tulisan keluh kesah, rintihan malam, dan doa. Sebuah perjalanan hidup yang penih kejutan dan air mata. Semoga, dengan ini, bisa menginspirasi. Hidup memang hanya sekali, ada kalanya kau jatuh dan bersedih. Namun, yakinlah pada suatu hal. Tuhan mencintai hamba-Nya yang sabar. *** Karya pertama jadi masih hancur, sudut pandang gado-gado. 😍

More details
WpActionLinkContent Guidelines