Ketika Aku Bicara

Ketika Aku Bicara

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 14, 2019
Sebuah antologi puisi berisi kenakalan berpikir, berimajinasi tapi dalam kesantunan. Banyak satir mengendap dalam makna dan tak bisa ditafsirkan hanya dengan sekadar membaca
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fragment Of Serenade (END)
  • SUARA TINTA (Selesai)
  • Kata Baper「Quotes」
  • Bumaga i Ruchka
  • Aksara Tak Bertuan
  • QUOTES TOGETHER #LSC(1)
  • [1] Rasa dalam Asa | ✔
  • Annyeong Oppa! [Terbit]
  • Sepatah Kata
  • Selaksa Noktah (END)

Lelah, gak, sih? Mencintai sendirian? Cinta itu seperti melodi. Mengalun lembut, menyusup dalam setiap detak jantung. Namun, bagi Asha, cintanya hanyalah serenade yang terpecah. Kepingan nada yang ia lantunkan berulang kali untuk Arsen, tulus. Tanpa balas. Arsen selalu menjadi pusat dunianya, meski hanya memberinya dingin dan penolakan. Sementara seseorang diam-diam merangkai setiap kepingan yang ia tinggalkan. Mendengar setiap lirih yang tak pernah sampai pada Arsen. Ketika Asha memilih berhenti mengejar, meninggalkan serenade itu sebagai kenangan yang tak lagi ia pedulikan, hanya saat itulah Arsen menyadari. Terlambat. Karena kini, serenade Asha telah menemukan pendengarnya yang sejati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines