Mr.BILLIONER

Mr.BILLIONER

  • WpView
    Reads 47,640
  • WpVote
    Votes 762
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 25, 2019
Alex matthiew seorang billionaire dan seorang CEO di perusahaan matthiew international, yang memiliki wajah yg sempurna bak dewa Yunani itu,tetapi dibalik ketampanannya itu terdapat sikap dingin tak dapat di cairkan dan apa yg menjadi miliknya tidak akan pernah bisa lepas dengan mudah Barbara Alexander gadis can tik yg memiliki bola mata yg sangat indah dan mempunyai paras yg cantik dan dengan bodohnya melakukan one night stand bersama Alex matthiew menurutnya adalah kesalahan yg sangat disesalinya. "Apa yg sudah menjadi milikku tidak akan bisa direbut oleh orang lain" -axel mathiew "Seharusnya aku tak melakukannya denganmu" -barbara alexander
All Rights Reserved
#32
ons
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata]
  • Officegirls Pujaan Hati
  • Crazy Love
  • last hold S2 ✓
  • Prison Of Twinflame
  • I Belong To My Boss
  • possessive Alejandro
  • Dark Shadows
  • That's My Girl

Sejak hari itu, ayah tak pernah lagi menginjakkan kaki ke rumah. Tapi bayangannya masih menempel di tiap sudut di kursi kayu ruang makan, di seragam kerja yang masih tergantung di lemari, bahkan di kepala Wilano yang mulai sulit membedakan antara rindu dan benci. Dan suatu sore, saat langit menggantung kelabu dan gerimis turun perlahan, ledakan itu terjadi. "Gue bakal ke rumah Ayah bentar, mau ngobrol langsung," kata Rian pelan, mengambil jaketnya di gantungan. Suaranya hati-hati, tapi cukup untuk membakar emosi Seno yang sejak pagi sudah seperti bom waktu. "Ngapain lo ke sana?! LO PILIH DIA?!" Semua yang ada di ruang tengah menoleh. Suara Seno menggelegar, membuat udara di rumah seperti bergetar. Rian menoleh cepat, matanya melebar tak percaya. "Gue cuma mau bicara, Sen. Dia tetap ayah gue juga. Lo gak bisa larang gue ketemu orang yang selama ini ngerawat gue!" sahut Rian, nadanya naik. "Dia bukan ayah lo. Dia pengkhianat. Dan siapa pun yang masih mau bela dia... gak layak tinggal di sini." Suasana berubah tegang. Jaya berdiri setengah badan, siap menengahi kalau sewaktu-waktu keadaan makin memanas. Theo mengerutkan alis, tapi tetap tak banyak bicara. Wilano menatap semuanya dengan mata membesar. Dia tak mengerti, mengapa semuanya harus sejauh ini. Leon, yang sedari tadi diam, berdiri perlahan. "Kalau lo pikir begitu... gue ikut Bang Rian."

More details
WpActionLinkContent Guidelines