PANCASILA

PANCASILA

  • WpView
    Membaca 4,912
  • WpVote
    Vote 187
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Okt 22, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Mengenai Dia... Seseorang yang penuh dengan asa, Seseorang yang juga penuh dengan luka. Mengenai masalalunya... Dimana ia mengerti apa itu luka, Yang membuatnya kehilangan jati dirinya. Mengenai lukanya... Dia pernah terluka, Karena seseorang dimasalalu nya. Dan kini ia ingin bahagia, Bersama Asila Naurendita, Yang telah ia klaim sebagai gadisnya. Sekali lagi...! Dia ingin bahagia, Bukan sementara, Tapi untuk selamanya. Inilah kisah sederhana, Dari Panca & Sila, Yang disajikan untuk para pembaca... ____________________________________ Mari dengar kisah mereka. Arkhana Dwipanca Gautama. Asila Naurendita.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#9
sila
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Langit Yang Retak, Tak Selalu Hujan
  • Goodbye
  • ALESYA (END)
  • Titisan Dewa Naga
  • Dear ASSASSIN✓
  • AMERTA DALAM AKSARA
  • Still You [END]

Kalara adalah kisah seorang perempuan yang tumbuh di tengah luka, rindu, kehilangan, dan kenyataan yang tak selalu bisa dipeluk dengan logika. Sejak kecil, Kalara terbiasa menekan perasaan dan menyembunyikan tangis. Ia hidup dalam bayang-bayang keluarga yang dingin, cinta yang tak utuh, dan suara-suara dalam dirinya sendiri yang terus bertanya: Apakah aku pantas untuk bahagia? Perjalanan Kalara bukan tentang menemukan seseorang yang menyelamatkannya, tapi tentang keberaniannya untuk menyelamatkan diri sendiri. Di setiap bab, ia jatuh, terluka, dan mencoba bangkit-bukan dengan cepat, tapi dengan jujur. Ia bertemu dengan sosok-sosok yang mengguncang jiwanya, menghadapi masa lalu yang menyakitkan, hingga pada akhirnya ia memilih untuk duduk bersama lukanya, mengenalinya, dan perlahan merawatnya. Dari ruang-ruang gelap dalam dirinya, Kalara mulai belajar bahwa pulang bukan selalu tentang tempat-tapi tentang berani tinggal di dalam tubuh sendiri. Ia memahami bahwa tidak semua luka harus sembuh, cukup ditemani. Bahwa kehilangan tidak selalu berarti hancur, dan kebahagiaan bukan tujuan, melainkan keputusan. Di akhir kisah, Kalara tidak menjadi versi sempurna dari dirinya-melainkan menjadi utuh, dengan segala pecahan yang ia terima dan rawat sendiri. Kalara adalah kisah pulang. Bukan ke rumah, bukan ke seseorang-tetapi ke dalam dada sendiri. Dan di sana, ia membangun rumah dengan tangannya sendiri. Rumah yang tenang, hangat, dan cukup. 💐

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan