Eliane

Eliane

  • WpView
    Reads 580
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 7, 2014
Adrien, seorang pria yang membuang agama dan iman tentang adanya Tuhan. Seorang pria yang berprinsip bahwa hidup itu memiliki sebuah rahasia. Rahasia yang harus ia ungkap. Dia seorang pelanggan tetap disebuah Cafe Sun, Cafe yang memiliki ciri khas sangat kental dengan adanya teriak-teriakan dari Nyonya Thomson. Dan di Cafe ini ia bertemu dengan Eliane, seorang wanita yang memiliki sebuah ritual aneh jika ia berada di Cafe Sun. Tentu saja wanita itu telah menarik seluruh perhatian Adrien. Adrien: ''Kau wanita yang menarik. Seperti sebuah titik merah diselembar kertas putih yang kosong. Dan selama masa hidupku, sesuatu yang ingin kutanyakan padamu adalah, apakah melupakanmu tidak semudah aku melupakan agamaku?'' - Seluruh isi cerita 100% adalah karya asli milik penulis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Chaos After You [ COMPLETE ]
  • Diary of Addriella Adara Mose II
  • ARIELLE  {The Heir Of Tarium}
  • A Cup Of Coffee (Done)
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Bittersweet Coffee Cake [COMPLETED]
  • Kahfi dan Yumna
  • Nona Teh dan Tuan Kopi [TERSEDIA DI TOKO BUKU]
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • I Latte You

Di sebuah cafe sepi di sudut kota, Catherine duduk sendirian, menatap hampa ke dalam secangkir kopi dingin. Bayangan Raymond, kekasih yang telah tiada, menghantuinya tanpa henti. Masa bahagia mereka telah berubah menjadi penyesalan yang dalam. Catherine menyalahkan dirinya sendiri atas keputusan yang diambil karena ketakutan dan ketidaksiapan. Bayangan malam tragis itu membayangi setiap langkahnya, membuatnya terjebak dalam siklus penyesalan. Kehilangan Raymond menghancurkan Catherine, dia merasa terasing dan kesepian di tengah keramaian teman-temannya. Terjebak dalam kehampaan, Catherine terus mencari jawaban atas apa yang bisa dia lakukan berbeda. Di dalam hatinya, tersimpan harapan bahwa suatu hari nanti dia akan menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang baru. Hingga saat itu tiba, Catherine harus belajar memaafkan dirinya sendiri dan menghadapi bayangan masa lalu yang terus menghantuinya, berharap bisa menemukan cahaya di ujung lorong gelap yang kini menyelubungi hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines