Angardhana

Angardhana

  • WpView
    Reads 1,919
  • WpVote
    Votes 323
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 17, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Dan Gue gak tau pasti kapan akan kesini lagi. Tapi Gue akan usahain gak sampe tujuh tahun kita akan ketemu lagi." ucap seorang cowok berseragam putih biru dengan senyum meyakinkan saat itu. kalimat yang menjadi alasan Nazira untuk menanti, meski tak pernah pasti. Kalaupun kembali apa semua akan sama? "Thank's karena sudah buat gue jatuh cinta sama Lo." salah satu kakak kelas di masa putih abu-abunya mengungkap rasa sambil berbisik di tengah bisingnya suara binatang malam. Menemukan orang yang baru, lalu terbiasa hingga hampir melupa, tapi tanpa berita semesta mengirim kembali orang yang di nanti. Inginnya siapa dan seperti apa? Ia tak tahu, jadi biarkan saja takdir mengantarkannya pada keinginan yang mungkin tak sesuai hendaknya. ✨ angardhana (ingin) dalam bahasa sansekerta. first story!
All Rights Reserved
#320
comeback
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVANSA [Completed]
  • NAYVAN [END]
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • ON SIGHT (Completed)
  • My Love [On Going]
  • TENTANG WAKTU [Tamat]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • BARAT ABHISEVA

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines