Harsa : Aku, Kamu & Bus Kota

Harsa : Aku, Kamu & Bus Kota

  • WpView
    Reads 10,478
  • WpVote
    Votes 1,559
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 18, 2019
Jakarta bukan wajah baru buat gue, tapi kembali ke Ibu Kota setelah lama meninggalkanya, membuat gue memilih untuk menikmatinya dalam bisa kota sembari mendengarkan lagu yang dulu membuat gue kesal karena hampir setiap hari diputar. Sekarang, mau setiap hari gue dengerin juga nggak masalah. Tentang gue, musik yang selalu dia dengarkan, dan satu orang lagi di bis kota.
All Rights Reserved
#490
office
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Days After We Met
  • When Love is Breaking
  • Romansa Abu Abu
  • My First Experience
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama
  • not an option [completed]
  • METAFORGAYA  (Segera Terbit)
  • My Bad Boy
  • Maharani

"Kenapa kamu bisa sepercaya diri itu kalau saya tertarik? Maaf, saya sudah terlalu hafal permainan-permainan klasik laki-laki seperti kamu. Dan lagi, kamu bukan selera saya." "Maksud kamu apa? Saya pernah lakukan kesalahan sama kamu sampai sebegininya kamu benci saya? Seingat saya kita bahkan baru ketemu di sini. Just say, saya punya salah apa sama kamu sampai kamu melakukan ini ke saya?" "Aku bahkan nggak tau di titik mana hubungan kami punya kesalahan. Seingatku semuanya baik-baik aja. Singapura-Jakarta bahkan nggak masalah. Tapi sekarang ketika kami ada di kota yang sama, semuanya jadi kerasa berbeda. Satu yang pasti, dia berubah sejak masuk ke perusahaan itu." "Berhenti! Udahlah, aku nggak mau kamu pura-pura lihat aku sebagai perempuan. If you can't see me, just let it be. Aku bakal lebih sakit kalau tau kamu nggak tulus. Dan sekarang aku tau, kamu cuma pura-pura." "Terima kasih banget ya, Mas, udah dateng ke sini, jemput aku. Tapi, Mas, kenapa Mas beda? Kenapa kelihatan murung sih? Ada masalah?" *** Di Sentraya Cipta Mandiri semua bermula. Dendam, ketertarikan, pengkhianatan, persahabatan, keluarga, cinta, dan kehancuran. Akankah pada tempat yang sama semua kerumitan itu berakhir atau makin menjadi benang kusut? "Just like a piece of cake, too easy to fall in love with you." *** Copyright 2020 by Raudha

More details
WpActionLinkContent Guidelines