KOPI HITAM

KOPI HITAM

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 19, 2019
"Lo tau sa, hidup terkadang sama pahitnya dengan apa yang baru saja lo coba. Yah, kopi hitam tanpa gula. Mungkin sekarang hidup lo terasa lebih sempurna dari orang lain tapi suatu hari nanti lo juga akan merasakan pahitnya kehidupan, dan saat itu tiba gue harap gue adalah orang yang pertama kali lo anggap sebagai rumah ternyaman yang mampu membuat seorang Salsa menetap." -Gerry
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANTARA KITA DAN CERITA
  • ZIVANA(ON GOING)√
  • Dere Couple
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • Sudut pandang (felisha)
  • TRANSMIGRASI: Kalpasastra
  • Singular,
  • Be My Baby
  • OUR STORY (ZLS)
  • Resital Sunyi (End)

Lima sahabat. Satu masa SMA. Tertawa,bertengkar,berlari dalam kenangan dan kehilangan. Ini cerita kita dan bagaimana hal yang kita anggap sederhana, ternyata berarti begitu besar saat berpisah.Ini kisah pertemanan diantara sekelompok remaja yang ingin menikmati indahnya kehidupan, pahitnya kenyataan dan hangatnya kebersamaan. "Kalau masalah pelajaran mungkin gue bakal mundur tapi kalau ada yang sentuh sahabat gue seujung kuku aja! Gue bakal jadi orang pertama yang maju buat mereka sampai akhir" Argani Khanza Nimah "Rumah gue emang hancur tapi berkat persahabatan ini gue bisa merasakan kembali kehangatan rumah yang sempat gue rasakan" Kanaya faustina "Nilai emang nomor satu bagi gue begitu juga sahabat karena mereka support sistem utama gue di saat dunia gue mulai menghitam" Tatianna Ushi Heleina "Umma selalu mengatakan bertemanlah dengan orang-orang baik dan aku akhirnya menemukan mereka yang selalu memberikan aku kenyamanan melindungi ku dari pembuat onar dan selalu mendukung apa yang aku lakukan" Qiana Wafa Yasmin "Disaat orang-orang melihat gue dengan tatapan aneh tapi mereka selalu mengembalikan kepercayaan diri gue yang selalu hampir menghilang dari dalam diri gue, mereka yang selalu percaya dengan kemampuan gue, mereka yang gak pernah merasa risih dengan kehadiran gue walau gender kami berbeda" Kivandra Liam Mahadhi

More details
WpActionLinkContent Guidelines