Hello London, I' Come

Hello London, I' Come

  • WpView
    Reads 188
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 24, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Demi apa, ke London, seriusann" Taralia Rahayu. Tara, gadis remaja yang mempunyai sifat jutek dan dingin. Semenjak ditinggal oleh orang yang dicintainya sifat tara berubah drastis. Ia yang dulunya periang sekarang menjadi lebih pendiam dan jutek kepada laki-laki. Takdir menerbangkan tara ke London. Disana ia bertemu dengan seseorang yang kadang membuatnya kesal. Tiada hari tanpa pertengkaran antara mereka berdua.Harris yang ingin membuat tara tertawa malah membuatnya tambah kesal padanya. Seiring berjalannya waktu Harris berhasil membuatnya nyaman di dekatnya dan berhasil meluluhkan hati tara. ©®Start 01/03/2019
All Rights Reserved
#7
londonlovestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bully My Obsession (GxG)(Season 1)
  • DEAR LAURA (ON GOING)
  • 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐭𝐫𝐮𝐠𝐠𝐥𝐞 ✔
  • Flat Heart
  • JOKES LIFE WITH TRUE LOVE [TERBIT | OPEN PO]
  • Do you think Of me ? [ Lengkap ] ✔
  • THE BRANDAL GIRLS
  • HARISSA✔️
  • Under The Midnight Sky

Celine adalah sosok yang paling ditakuti di kampus-cantik, berprestasi, dan tak tersentuh. Tapi di balik semua itu, dia juga dikenal sebagai seorang bully yang selalu menargetkan mahasiswa pendiam dan kutu buku. Sera, mahasiswa tahun pertama yang tertutup, menjadi korban favoritnya. Berkacamata tebal, rambut selalu dicepol, dan lebih nyaman dengan buku dibandingkan manusia. Celine dan gengnya sering menjadikan Sera sebagai bahan ejekan, menarik rambutnya, menyembunyikan kacamatanya, atau sekadar membuat harinya sial. Tapi suatu hari, semuanya berubah. Saat Celine tanpa sengaja melihat Sera tanpa kacamata dan cepolannya, ada sesuatu yang mengusik dirinya. Bully yang ia lakukan tetap berlanjut, tapi semakin aneh-sentuhan yang lebih lama, tatapan yang tak bisa dijelaskan, dan bisikan yang terdengar seperti ancaman, tapi terasa berbeda. Sera membenci Celine. Tapi kenapa tatapan itu... malah membuatnya bingung? Di antara kebencian, ketakutan, dan rasa yang tidak seharusnya ada, keduanya terjebak dalam permainan yang semakin sulit dihentikan. Apakah Sera hanya korban, atau Celine sebenarnya yang lebih terikat dalam obsesi ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines