Aku, Kamu, & Rindu

Aku, Kamu, & Rindu

  • WpView
    Reads 475
  • WpVote
    Votes 108
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 2, 2019
Tentangmu adalah hal terindah yang tidak dapat kulupakan aku tak pernah tidak merasaimu waktuku telah berputar tentangmu hela yang ada selalu saja hembuskan namamu lalu rindu, ijinkan aku bertanya padamu 'adakah kau sudah merasai rasaku?' untukmu yang teristimewa sungguh hanya rasa ini yang ku punya bila malam itu telah tiba akan ku jaga setiap asa menanti rindu yang siap dibawa tidakkah kau dapat merasakannya setiap getar didalam dada menjadi bukti nyata bahwa rasa itu masih ada dan tak berubah meski berganti era matahari mampu membawa rasa ini pergi namun malam yang membawanya kembali sunyi sepi dan sendiri tidak ada yang bisa menemani seperti rindu yang kini menyelimuti Puisi yang sengaja aku kumpulkan hanya untuk membuatmu sadar Bahwa aku masih mengharapkanmu.
All Rights Reserved
#94
akukamu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • di akhir perang
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • IF YOU
  • CERPEN (END)
  • ROMANSA KATA
  • harapan yang pupus
  • My Junior My Love ✔️
  • ZONA NYAMAN
  • RUMPANG RAMPUNG

" untuk mu agama mu, Dan untuk ku agama ku ( al kafirun ayat 6 ) kamu boleh mencintainya, Tapi jangan ambil dia dari tuhan nya ( korintus 6:14-15) ~ pada masanya, seseorang akan pergi dengan sendirinya. Dan pada waktunya, seseorang akan datang dengan rencana nya. kita berada di antara doa dan harapan. bertemu dalam persimpangan takdir, kita hanyalah hasil dari kesengajaan yang di ciptakan semesta. kau dan aku, dua insan yang tengah menjalin cinta namun terjebak dalam jurang pemisah paling bahaya. antara adzan yang berkumandang dan lonceng yang berdentang. antara kiblat yang tentukan arahku pulang dan salib yang membuat mu tenang. antara manisnya syahadat dan dahsyatnya syafaat. antara hitungan tasbih dan kalungan rosairo. ini bukan lagi perihal cinta tapi keyakinan tidak ada yang bisa berjalan mulus setelah ini. kita hanya akan menjadi penghianat entah aku yang meninggalkan Allah ku atau kamu yang meninggalkan Tuhan mu. kita hanyalah luka yang tertunda semakin lama mungkin akan semakin sulit untuk di redam, tolong ingat kali ini bukan takdir yang jahat tapi kita yang terlalu menentang akal sehat. biarlah kita menjadi sebuah kenangan yang akan ku simpan dengan benar. dari kamu aku belajar bahwa mengiklaskan adalah cara terbaik dari mencintai, tak apa setidaknya aku pernah membuat mu tertawa,pernah bebagi kisah juga pernah menjalani hari yang sulit untuk di lupakan. terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa kita miliki tapi setidaknya bisa menjadi kenangan yang akan abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines