Pengamat
  • WpView
    Membaca 286
  • WpVote
    Vote 74
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Apr 10, 2019
Kisah seorang gadis dengan sejuta ekspetasi dan selalu rindu dengan sosok sang penyemangat. Baginya keluargalah yang utama, tak terlalu suka dengan permainan yang bernama cinta. Tapi selalu rindu akan kasih sayang. Baginya cinta bukanlah hal yang utama saat ini (maksudnya cinta kepada seorang pria) dia selalu yakin di waktu yg tepat pasti akan dipertemukan dengan orang yang tepat
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#905
kenangan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Terjebak Masa Lalu
  • Algeta Story's(Completed)
  • With All My Heart
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Saga's Favorite
  • Miracle (Completed)
  • De Caelum
  • Can I Be Yours, Senpai?

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan