Magic High School

Magic High School

  • WpView
    Reads 2,212
  • WpVote
    Votes 255
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 20, 2019
Di bumi ini tidak mungkin kan jika ada orang yang mampu mengendalikan elemen? contohnya elemen api atau air? Tapi bagaimana jika hal yang tidak mungkin itu dimiliki Alana? Hidup gadis itu semakin rumit semenjak pernikahannya dengan sang pangeran gagal... "Bisakah kau berhenti melihatku dan fokus pada pelajaran?" -Alana Elyntrhia Auxen- "Sayangnya mataku hanya ingin fokus menatapmu." -Mario Acalypha Daxon- "Aku ingin kau selamat. Pergilah dulu tak apa tinggalkan aku disini." -Regis Alexander Veanix- "Berani kau menyentuhnya, aku akan membakar tubuh rapuhmu itu sampai hancur. Bahkan sampai kenanganmu sekalipun akan ku jadikan tak berbekas." -Aaric Arthur Devilion- Manakah jalan yang harus Alana pilih? [Update setiap hari Jum'at] Notice : kadang update 2x seminggu
All Rights Reserved
#66
trianglelove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Too Far to Hold [COMPLETED]
  • Ashes & Rain
  • Frozen Soul ✓
  • Antara seamin dan seiman
  • Evanescent
  • Darolent Academy : Lost Darold Princess
  • Bangkitnya Sang Penjaga Untuk Memulihkan Alam Yang Hilang [END]
  • The Valcrone: Hidden Daughter & The Fallen Prince
  • Guardian Angel

Alenara selalu merasa seperti tidak benar-benar berasal dari dunia ini. Seperti air yang tak kunjung menyatu dengan arus, atau nyala api kecil yang mencoba bertahan di tengah hujan. Hidupnya dipenuhi tanda tanya tentang siapa dirinya, dari mana asalnya, dan mengapa selalu ada keanehan yang mengikuti langkahnya. Namun, sebuah malam mengubah segalanya. Dalam ketakutan, ia diselamatkan oleh sosok asing yang membawa panas yang membakar dan ketenangan yang menenangkan. Dua hal yang seharusnya bertolak belakang, namun justru terasa akrab. Sejak saat itu, Alenara menyadari ... mungkin ia tak sekadar berbeda. Mungkin ia memang ditakdirkan untuk hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika biasa. *** "Stop crying! You're so noisy that it's giving me a headache." "I'm not crying!" "A crybaby, hm?" "I'm not a crybaby!" "Yes, you are." *** [Series 1] *** This story belongs to the heart that wrote it. © Snowveill 2025. All rights reserved. Do not repost, trace, edit, or use without permission.

More details
WpActionLinkContent Guidelines