Seorang senja. Di matanya, tersembunyi sebuah sungai yang tak pernah mengering, mengalirkan duka yang tak terucapkan. Ia membiarkan setiap tetesnya jatuh diam-diam, jauh di dalam relung jiwa, tak pernah sekalipun membiarkan dunia melihat rapuhnya. Ia adalah kekuatan yang membungkus kerapuhan, tawa yang menyembunyikan badai. "Air Mata Di Ujung Senja" bukan tentang air mata yang tumpah, melainkan tentang jejak luka yang begitu dalam, sehingga hanya ia sendiri yang bisa merasakannya.
More details