Billa
  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 27, 2019
Salsabilla.. Nama yang begitu sederhana, sesederhana pemiliknya. Rivan Pradipta Cowok dengan penampilan acak-acakanya kini tengah duduk berhadapan dengan guru BK yang terkenal paling killer dimata para siswa. Billa melirik sedikit dengan ekor matanya. Ia menaikan satu alisnya. "Buat apa saya pinter pak? Toh kalo saya pinter tetap aja ngga ada yang ngerasa bangga. Sia-sia dong pak, jadi buat apa?" "Rivan!!" Bentak Pak Ambar "Kenapa? Bapak masih mau bilang orang tuamu pasti bangga, gitu? Apa bapak pernah liat orang tua saya ambil raport saya? Ngga kan? Entah saya masih dianggap anak atau ngga" Rivan tersenyum miris. Sedangkan Pak Ambar hanya menggelengkan kepalanya menghadapi muridnya yang satu itu. "Sudah tidak ada yang dibicarakan lagi kan pak? Kalo gitu saya permisi dulu." ujarnya lalu bergegas untuk keluar dari ruang itu tanpa menunggu jawaban dari gurunya. Namun sebelum Rivan keluar ia mendekati Billa yang masih mematung ditempat itu. "Bukan tontonan." Ujarnya singkat tepat di depan muka Billa lalu bergegas keluar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Felicity [On Going]
  • +One
  • Be Yours
  • Jodohku
  • LUKA BIASA GADISKU
  • i thought it was you
  • 36 days with you {saida} [End]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Forever Friends ( End )
  • DIFFERENT TWINS [ END ]

BRAKK... "Aww..". Ringisnya. Naya yang belum sepenuhnya sadar berada di atas tubuh orang itu, hanya bisa meringis menahan sakit di dahinya karena terbentur dengan hidung orang yang di tindihnya itu. "Aduh, sakit banget dahi gue, lecet nih kayaknya". Adunya sembari mengusap keningnya yang memerah. "Tapi, kok gue jatuhnya nggak sakit ya". Setelah merasa jika dirinya menabrak seseorang tadi, refleks Naya membuka matanya dan pandangannya langsung bertubrukan dengan mata orang di bawanya, yang 'sialnya malah menatapnya nya dengan tatapan intens dan bibir yang menyunggingkan senyum tipis. Buru buru Naya bangkit dari atas tubuhnya, dan membatu sosok itu berdiri dari jatuhnya. "So-sorry El, g-gue nggak sengaja". Naya meruntuki dirinya yang ceroboh sampai sampai menabrak orang begini. _____________________ "Hm, liat gue". Ujar El dengan tatapan masih tertuju pada Naya. "Ha?". Naya mendongak menatap El, wajah tampannya seakan menghipnotis Naya saat ini. "Lo, cewek waktu itu kan?". Tunjuknya ke arah Naya dengan senyum yang masih tercetak di wajahnya. "I-iya". Ah mengapa Naya merasa dirinya gugup sekarang. El maju mendekatinya yang mengakibatkan Naya refleks memundurkan langkahnya. Mata El seakan menghipnotis Naya, sehingga Naya tidak dapat mengalihkan tatapannya dari mata tajam milik El. "Lo, ng-ngapain". Panik Naya saat tubuhnya terbentur dinding, dan tangan kekar El mengunci tubuhnya. "What it's your name', girl"?. Tanyanya dengan suara serak , yang sialnya' malah membuat jantung Naya kejang kejang. ______________________ _Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dan kejadian. Itu semua hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan_ 💯 karangan sendiri!! _____________________ all picture inside © Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines