Pada Siapa Hati Ini Kan Berlabuh

Pada Siapa Hati Ini Kan Berlabuh

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 27, 2019
Aku menghembuskan nafas kasar. Mengingat kejadian itu yang terus menghantuiku. Semua pria sama saja! Tak terkecuali pria yang kini menjadi teman sekaligus sahabat terbaikku. "Gue tau ini berat. Tapi gue akan selalu dukung lo. Bukalah hati untuk Ferro cuma dia yang bisa gantiin posisi gue saat gue ga ada di samping lo." nasihat Hani. "Jangan ngomong yang enggak-enggak. Ga ada yang akan pergi. Lo ga akan ke mana-mana entah besok ataupun seterusnya." bantahku. "Beri gue satu kesempatan buat jadi orang yang lebih dari spesial buat lo. Gue janji ga akan ninggalin lo sekarang atau nanti, gue sayang sama lo!" - Ferro Mahardika.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • APRIL
  • ADA CINTA
  • My Secret Boyfriend
  • Christian & Marsha (S2)
  • Gamang
  • HELLO, ASHEL!
  • Putralisha~
  • SUBSTITUTE (LURAH)
  • K.I.T.A
APRIL

"Oadhira katahuilah aku tidak pernah mati dalam hidupmu.saat kau menangis untukku disitulah aku akan selalu tersenyum menatapmu dari kejauhan" April adalah cowok paling misterius yang pernah ku temui di bumi ini, entahlah aku selalu berfikir apakah ada manusia lain yang persis seperti dirinya di bumi bagian lain, yang pasti aku selalu ingin berhenti menangis ketika melihat dia senyum ke arahku yang sedang bersedih. "April aku tau kau kesakitan saat berusaha menghibur ku dalam tangis,tapi kenapa kau bertahan saat aku membelakangimu bahkan mengabaikan mu, apa kau sekuat itu untuk aku yang tidak tau diri ini" "Oadhira sejauh apapun aku darimu saat melihatmu terluka aku takluk,air mata mu seakan memanggilku untuk menghapusnya, jangan menangis untukku" "Aku oadhira manusia terbodoh " "Oadhira aku selalu merintih kesakitan tiap malam penyakit ganas ini ingin meranggutku darimu, tapi sampai detik ini kau masih berhasil mengalahkannya, setiap aku bangun pagi hari aku seakan terpanggil untuk menemuimu di sekolah"

More details
WpActionLinkContent Guidelines