Kalbu  [END]

Kalbu [END]

  • WpView
    Reads 1,036
  • WpVote
    Votes 536
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 10, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Kalbu, perasaan batin. Deretan kata yang tanpa sengaja sesekali singgah di dalam benak. Menjadi tamu yang tak ingin dijamu. Inginnya, hanya dituangkan dalam dimensi yang nyata, tatkala sulit dipahami selagi sang tamu masih berwujud abstrak. Bukan sesuatu yang penting, hanya beberapa tulisan singkat nan konyol yang hanya mampu membuat kamu yang (mungkin) akan membaca nya, tertawa renyah atau menganggap nya terlalu rendahan. Sebelum menertawakan lebih dalam lagi, tolong beralih mencari tulisan yang jauh lebih hebat dibanding ini. Bongkahan demi bongkahan kata yang kian memenuhi benak ini, hanya ingin dileburkan saja, bukan untuk dicaci. Barangkali, alam memang yang paling benar, tidak ada yang sempurna selain Sang Pencipta. Sebuah kewajaran jika kemampuanku hanya sebatas mata kaki saja, atau bahkan belum menyentuh jari kelingking sama sekali, kala milik orang lain sudah setinggi langit. Tapi, milikku ya milikku, milik mereka ya mereka, kurasa tak perlu membandingkan milikku dengan milik orang lain. Percaya bahwa segala hal di mulai dari titik awal, dan orang lain pun begitu. Maka, aku juga sedang memulai titik awalku. Entah apa yang akan jadi hasil akhirnya nanti. Jika bersedia, maukah kamu menjadi teman untuk menunggu dan melihat akhirnya bersama - sama denganku? -SELAMAT MEMBACA
All Rights Reserved
#30
dilemma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • L.O.S.T Don't Know How to Love
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • ngger adalah vandyku
  • Senja Dan Jingga
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Rindu Dalam Diam
  • Rasa Tanpa Kata

Karena permulaan cinta adalah membiarkan mereka yang kita cinta menjadi diri mereka sendiri, orang yang berbahagia karena cinta tidak pernah memiliki segalanya. Berbuat kesalahan adalah hal yang biasa, karena mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang tidak tepat agar ketika kita bertemu dengan orang yang tepat kita akan sadar betapa berharganya itu. "Tidak masalah bagiku jika itu adalah keinginanmu, tapi maaf saja, kau hanya bisa memiliki tubuhku tapi tidak hatiku." Sebuah persyaratan yang harus aku terima jika masih ingin bersama dengannya untuk waktu yang lama. Aku mencoba untuk meyakinkan diriku dapatkah aku bertahan dari waktu ke waktu bersama dengannya tanpa memiliki hatinya? Lalu sebenarnya apa yang aku dapatkan dalam kurun waktu itu jika pada akhirnya hal yang paling aku inginkan darinya sudah pasti tidak akan pernah menjadi milikku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines