Zetana

Zetana

  • WpView
    Reads 6,094
  • WpVote
    Votes 3,481
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 3, 2024
"Lo percaya pertemanan? Gue si enggak. Menurut gue pertemanan itu cuma status di lingkungan sosial aja. Semacam simbiosis mutualisme. Tujuannya hanya dua, saling menguntungkan, atau paling menguntungkan." Tutur Zeta pada teman barunya. Persepsinya tentang pertemanan membuat Zeta harus menarik diri dari lingkungannya sendiri. Zeta lebih menyukai berteman dengan sepi. Satu-satunya riuh yang dapat ia terima hanyalah musik. Zeta, siswi kelas sebelas yang minim sekali ekspresi. Tidak ada yang mengenalnya degan baik. Sampai semesta berhasil mempertemukannya pada seorang Kafka Arceo.
All Rights Reserved
#478
indonesiastory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside You
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Marakarma
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Still You [END]
  • Crazy Girl (Hiatus)
  • My Boyfriend Is... || COMPLETE✔
  • DRABIA [END]

"Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-

More details
WpActionLinkContent Guidelines