Tinta Emas

Tinta Emas

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 19, 2019
"Aisyah... kemarilah nak"panggil Tamara saat melihat anaknya dibully oleh teman temannya. "Bu..nda hiks...hikss..."Aisyah melihat bundanya yang berdiri di depan gerbang sekolahnya menjemput Aisyah pulang.Aisyah pun berlari mengejar bundanya dan menangis didalam pelukan bundanya. "Sssss....seorang putri tidak boleh lemah apalagi menangis sayang.Ais harus jadi gadis yang kuat yaa sayang"Tamara berkata pada anaknya sambil memeluk Aisyah yang tengah menangis terisak-isak. "Hikss.. hiks.. hikss..bun..da.. kenapa mereka selalu berkata Ais tidak punya hiks...hikss.. ayah dan Ais hiks.. adalah anak haram bun..da.apa benar Ais tidak punya ayah hikss..dan kenapa ayah Ais tidak pernah menemui kita hiks.. hiks..dan apa benar Ais anak haram seperti yang dikatakan teman teman Ais hiksa..hikss..."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alinka's Story! [Completo]
  • ECHA MY COLD ANGEL [END]
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)
  • Gus Zidan My Husband [SUDAH TERBIT]
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • destroyed °||on going||°
  • ASTAGHFIRULLAH, GUS AFZAL!
  • Keenasyaa (REVISI.)
  • For You Smile ✔

PINDAH KE KUBACA!! "Anak siapa yang sedang kau kandung hah!" teriak pria paruh baya dengan wajah memerah menahan amarahnya. "Mungkin itu anaknya dan kekasih-nya yah. Kemarin, aku melihatnya bercumbu dengan kekasih-nya di taman belakang sekolah yah.." adu seorang gadis dengan nada yang meyakinkan sang ayah. Sedangkan, orang yang dituduh itu menggelngkan kepalanya. "Kau! kau tidak dibesarkan untuk menjadi seorang jalang seperti ibumu! Seharusnya kau berterimah kasih karna aku dan ayahmu mau membesarkanmu. Tapi, kau malah melakukan hal yang menjijikan seperti ini sama seperti yang dilakukan ibumu. Hah. Bagaimana bisa kau memiliki anak dari wanita tak bermoral seperti itu. Lihat sendiri bukan. Dia sama seperti wanita itu." maki wanita paruh bayah pada seorang perempuan yang duduk bersimpuh dibawah kaki ayahnya. Sedangkan pria paruh bayah itu hanya diam tak bisa menjawab perkataan tersebut. "hiks..m-maafin Alin yah.. Alin dijebak hiks... " perempuan yang bernama Alin itu memeluk kaki ayahnya meminta pengampunan. Namun, pria paruh bayah itu dengan tidak berperasaan menghempaskan tubuh Alin hingga Alin jatuh terjungkal. "Pergi dari rumahku! Dan jangan harap kau bisa memanggilku Ayah lagi. Karna kau bukanlah putriku! Hah.. aku menyesal memungutmu dulu." usir pria paruh bayah itu lalu menyuruh istri dan anak sulungnya masuk kedalam rumah. Lalu menutup pintu rumah itu dan membiarkan Alin sendirian di perkarangan rumah. Senyum mengembang menghiasi wajah kedua orang perempuan yang sangat senang dengan pengusiran Alin. ❌DON'T JUDGE MY STORY🚫❌ ❌DON'T COPY MY STORY🚫❌ ⚠MENGANDUNG BAHASA KASAR⚠ ⚠WARNING 18+⚠ **** PLAGIAT MENJAUH! YANG GAK SUKA CERITA NYA MENJAUH!

More details
WpActionLinkContent Guidelines