Story cover for Desya by BethaniaJulianDini29
Desya
  • WpView
    Odsłon 213
  • WpVote
    Głosy 35
  • WpPart
    Części 16
  • WpView
    Odsłon 213
  • WpVote
    Głosy 35
  • WpPart
    Części 16
W trakcie, Pierwotnie opublikowano lut 27, 2019
"Tasya" panggil nya

"Iya kenapa?" Kata ku sambil senyum

"Aku boleh ngomong sesuatu ga?" Tanya nya

"Iya boleh" jawab ku

Dia memegang tangan gua dua²nya dan menghadapkan gua ke dia

"Sya, ntah ini terlalu cepat atau gimana, dan aku juga ga tau sama perasaan ku sekarang ke kamu ini sungguh benar atau tidak,tapi aku harap ini sunggu benar, karna setiap aku di dekat kamu dan melihat senyum mu, aku terasa nyaman" Dean diam sejenak dan melanjutkan omongannya tadi

"Sya mau kah kamu jadi pacarku?"
Tasya pun kaget dan bingung harus berkata apa, karna dia juga merasa nyaman setiap dekat dengan Dean

"Sya? Mau ga?" Tanya Dean dengan khawatir karna Tasya diam saja
.
.
.
.
Mau kelanjutan nya gimana?
Makanya ayok baca;)


~Jangan lupa Vote, Comen, and Share:)~
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Zarejestruj się, aby dodać Desya do swojej biblioteki i otrzymywać aktualizacje
lub
#350tasya
Wytyczne Treści
To może też polubisz
Im Yours. autorstwa GaaSukaGalaxy
17 części W trakcie
"Percintaan itu memuakkan," ujar Aleena Gasha Zinantya. "Gak punya pacar tapi punya support system itu asik," ujar orang lain yang berakhir terikat dengan hubungan 'kekasih', Aruna Rumantara. "Jomblo itu asik," ujar seorang lain yang tetap menjomblo hingga saat ini, Kiana Sataryana. "Mau punya pacar, tapi selera gue terlalu di luar nalar," ujar satunya lagi yang meratapi nasibnya, Havina Laksadinata. *** Klimaks of the their Love Story "Gue gak sempurna." => "Gue gak butuh lelaki sempurna. Gue butuh lelaki yang menyempurnakan wanitanya." -Gasha. "Maaf, aku gak cocok buat kakak." => "Gak ada manusia yang cocok sama gue. Itu semua tergantung penilaian mereka mengenai gue sama lo. Gue ngerasa cocok sama lo. Jangan anggap lo gak cocok sama gue." -Aruna. "Gue, seneng kenal lo." => "Gue lebih seneng lagi kenal sama lo, kebih dari seneng. Bahkan kalau gue bisa ambil bintang, gue ambil sekarang juga buat lo." -Kiana. "Stop, semua berakhir. Gue ga pantes lagi buat lo." => "Pernah gue bilang? Lo gak pantes dimana? Lo yang punya hati gue, lo yang pantes milikin gue, buang segala insecure lo dan cerita ke gue, kenapa." -Havina. *** --Baca aja, aku ga bisa bikin deskripsi.-- •Mengandung bahasa kasar. Baik deskripsi ataupun kalimat, karena emang gue bukan orang yang ramah. Kalau lo gak suka, silahkan hengkang. •Nonbaku. •Jika tidak cocok dengan cerita, silahkan hengkang. •Boleh berkata kasar di kolom komentar, asal tidak membawa dalam dunia nyata. •Tolong Voment, biar aku semangat update. •Sorry for Typo. Typo bertebaran, harap dimaklumi.
To może też polubisz
Slide 1 of 9
Tingkat Tiga cover
My Crush [ END ] cover
Because I'm Stupid (End) cover
Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED] cover
Converge With You [On Going] cover
NEYLASKARA cover
Im Yours. cover
DRABIA [END] cover
Boyfriend cover

Tingkat Tiga

48 części Zakończone

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.