Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 28, 2019
Cinta yang ku pendam ini akhirnya bisa terucapkan. Tetapi, aku sadar bahwa Cinta yang aku rasakan saat itu bukanlah Cinta yang sebenarnya, Cinta yang aku ucapkan sangatlah tabu, saat itu aku mempercayai dirinya tetapi dia meninggalkanku begitu saja seolah diriku hanyalah debu. Seharusnya aku tak pernah mengatakan rasa Cinta yang begitu tabu ini, Cintaku yang sebenarnya adalah Cinta yang ku titipkan kepada rabb-ku untuk dia yang berada di garis yang sama dengan takdirku. "Aku mencintainya dalam diam, karena takdir yang mempertemukan kita. Dan aku hanya bisa berdoa dalam Diam agar takdir juga tidak memisahkan kita."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Butterfly Effect
  • HATIšŸ’” YANG TERPILIH
  • NAYYARA
  • DALAM DIAM ADA RASA
  • Cinta Telur Dadar
  • Felicia> Januari With You
  • Dalam Diam ku āœ”
  • When The Heart Blooms
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life

Di usia yang telah memasuki 25 tahun, aku merasa seperti seorang penonton di pinggir lapangan, tersingkir dari hiruk-pikuk serunya kisah cinta masa remaja yang dulu begitu membara. Mati rasa kini perlahan menggerogoti diriku, mengambil alih hari-hari yang dulu dipenuhi oleh harapan dan semangat. Tak ada lagi senyuman yang muncul di pagi hari karena antusiasme akan bertemu kekasih di sekolah. Tidak ada lagi getaran hati ketika mendengar deru sepeda motor yang selalu menemaniku menuju sekolah. Tidak, tidak ada lagi. Yang tersisa hanyalah rutinitas hari-hari yang melelahkan, penuh kesal dengan pekerjaan yang semakin menumpuk, seakan-akan menyerap semua energiku. Hari-hari yang terasa monoton diisi oleh rentetan pekerjaan yang tidak ada jedanya. Aku, Ayleena Pratiwi, merindukan kupu-kupu kecil yang pernah berterbangan dalam perutuku--sensasi aneh namun menyenangkan yang dulu selalu menemaniku. Perasaan mulas disertai jantung yang berdegup kencang, yang dulu begitu intens kini hanya menjadi kenangan samar. Rasanya seperti berusaha mengingat melodi sebuah lagu yang pernah ku dengar, namun seiring waktu, liriknya hilang dari ingatan. Ah, kapan terakhir kali aku merasakannya? aku bahkan sudah lupa. UPDATE TIAP JAM 7 MALAM

More details
WpActionLinkContent Guidelines