Love At The First Sight

Love At The First Sight

  • WpView
    Leituras 377
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    Capítulos 10
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, mar 24, 2019
Aku percaya pada takdir mungkin saat ini belum waktunya untuk kita bertemu tapi aku yakin suatu saat nanti takdir pasti akan mempertemukan kita kembali. Pertemuan kita memang sekilas tetapi disaat itulah aku merasa senang saat bertemu dengamu walaupun aku tau saat itu kita hanya seorang anak kecil yang tidak sengaja dipertemukan oleh takdir. saat pertama kali aku bertemu dengan dirimu aku merasa sangat bahagia entahlah mengapa aku jadi merasa bahagia seperti itu padahal kita baru saja bertemu. Apa mungkin aku mencintaimu hanya dengan sekali pandang? Ini adalah cerita pertama aku jadi bila ada kesalahan tolong dimaklumin:) Jangan pelit buat ngevote dan comen yaa,setidaknya hargai yang nulis:) cover by:@rahayu
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • DEVIAN [END]
  • Semesta  Luka dan kenangan
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Moi Et Lui
  • Yang Dicari
  • No Longer Mate
  • Izinkan Aku Mengisi Hatimu

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo