Antara Malaikat Dan Maut

Antara Malaikat Dan Maut

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 6, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
cinta itu dimulai dari mata ke mata yang dilanjutkan dengan topik sederhana lalu saling membutuhkan satu dengan lainnya yang diiringi rasa sayang dari hati yang terkunci lalu terbuka dengan 1 pemberian sederhana yang bisa merubah segalanya. Seperti bulan dan bintang mereka tak membedakan ataupun bermusuhan namun mereka saling melengkapi tanpa melihat siapa yang paling terang diantara yang paling terang. Seperti kisah hidup shintia perempuan aneh namun sederhana mementingkan kesenangan dan senyuman yang dipertemukan dengan rizal yang antisosial tak mempedulikan seseorang dan lebih memilih tuk sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Titik Nadir
  • why you ?   ( ON GOING)
  • Mas [completed]
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • Untuk Oreo dan Kamu [OG]
  • Bucin Sejak Dini

"Kita memang memandang langit yang sama, tapi di setiap do'a kita melayang ke arah yang berbeda." Azam, seorang siswa SMA kelas XI, tumbuh dalam keluarga yang taat beribadah, tenang, dan penuh dengan prinsip. Hari - harinya sederhana: sekolah, nongkrong bareng teman - temannya, dan menatap hidup dengan logika yang rapi. Hingga seorang siswi pindahan bernama Evelyn muncul dalam kehidupannya, berbeda keyakinan, berbeda cara pandang, tapi perlahan mengusik isi kepalanya. Evelyn datang dengan luka yang disembunyikan di balik senyumnya. Ia gadis yang terlihat kuat, tapi jauh di dalam hatinya, ada keresahan yang tak bisa ia bagi ke sembarang orang. Di tengah dinamika sekolah, mereka dipertemukan dalam momen - momen kecil yang tak pernah mereka duga akan tumbuh menjadi sesuatu yang besar. Akan tetapi, bagaimana jika kedekatan itu justru menuntun mereka ke batas yang tak pernah disepakati? Bagaimana jika rasa itu hadir, tapi dunia tak mengizinkannya tumbuh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines