Hipotesis Abu-Abu

Hipotesis Abu-Abu

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 4, 2021
Sepenggal hipotesis antara menemukan titik fakta dan sebuah keliruan dalam menghadapi laki-laki gelap dalam malam yang gila. Kami berjumpa saat dia mengancam korban pertama yang sudah dibanjiri darah. Aku mencarinya. Karena aku tahu, selanjutnya akulah yang menjadi mayat seperti korban malam itu. Kupikir dia hanya mengancamku dengan seorang mayat, rupanya dia mengancamku dengan mayat lain yang tak kunjung usai. Satu persatu teman-teman yang menjadi panitia buku angkatan sekolahku menjadi hiburan merahnya.
All Rights Reserved
#809
school
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Koridor Sekolah ✔ ||  (TELAH TERBIT) ||
  • Murder of the Principal [END]
  • MURDERER IN THE SCHOOL [Completed]
  • THE IMPOSTOR?
  • Missile
  • Black Monster (Tamat)
  • PSYCO GIRL /Psychopat Trap (TELAH TERBIT)
  • Nightmare
  • Page [END]
  • Siapa Pelaku Sebenarnya

SEBAGIAN PART SUDAH DI HAPUS KARENA KEPENTINGAN PENERBITAN BUKU‼️ Orang-orang berkata mempunyai hal yang tidak di miliki itu menyenangkan. Tapi tidak bagi Keysa Herlin gadis yang bisa melihat mereka sejak kecelakaan beruntun yang menyebabkan dirinya mati suri. Kehidupan nya berubah drastis setelah dirinya pindah ke SMA Jaya Melati. Keysa harus bertahan dengan teror hantu yang melegenda di sekolah barunya. Sebuah koridor panjang tak berpenghuni akibat tragedi kebakaran sepuluh tahun yang lalu. Tidak di sengaja Keysa terjun lebih dalam hingga dirinya harus bisa menghadapi kenyataan pahit untuknya. Serangkaian kejadian yang membuat misteri keluarganya perlahan terbongkar. Di tempat koridor itu pun Keysa menemukan bukti dalang di balik tragedi kebakaran koridor SMA Jaya Melati. *** Api terus menyala tanpa menyisakan satu benda pun yang utuh di sepanjang koridor itu. Dari sisi lain, di saat nyawanya meregang pupil mata gadis itu melihat ke sekeliling. Meskipun tubuhnya habis terbakar namun dendamnya tidak pernah hilang. "A-aku bersumpah a-kan meng-mengha-bisi ketu-runan KALIANNN!!!" ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines