Bittersweet (REPUBLISH)

Bittersweet (REPUBLISH)

  • WpView
    Membaca 1,560
  • WpVote
    Vote 167
  • WpPart
    Bab 29
WpMetadataReadLengkap Sel, Agt 8, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
Tentangmu jingga yang merona menghiasi cakrawala. Sebelumnya aku tidak pernah tahu, bahwa mencintaimu akan seluar biasa ini. Ya, luar biasa sakit karena mencintai dalam luka. Dan ini hanya tentang perasaan setia yang terluka dengan kata saling. ©itsunirarianti, 2020 Bittersweet | Unira Rianti Ruwinta
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#160
jingga
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Kaka&Rara [Completed]
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Story Stela
  • Broken Heart! || On Going!.
  • ALGAR [END]
  • Jendela Rasa ✔
  • Miss But Hate | End | Revisi

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan