M U T E

M U T E

  • WpView
    Reads 331
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 11, 2019
Jika kepintaran, kekayaan, rupa yang menawan serta fisik yang sempurna menjadi patokan dalam berteman. Lalu bagaimana dengan aku yang memiliki segudang kekurangan. Apakah aku tidak pantas mendapatkan kebahagiaan seperti yang lain nya?. Aku Syakhira Aldrianatama, seorang gadis bisu dengan wajah tak secantik artis girl band korea, tubuh yang tak seindah boneka barbie, serta kisah hidup yang tak semulus jalan tol. Aku merupakan gadis bisu yang banyak di benci orang, dipandang sebelah mata, dan di rendahkan. Sampai suatu hari aku menemukan 'Dia'. 'Dia' yang membuatku kembali bangkit dari keterpurukan. Tapi, semuanya tidak ada yang abadi, bahkan bayangan mu sendiri bakal meninggalkan mu dalam kegelapan. Sama seperti 'Dia' yang meninggalkan ku, 'Dia' yang hanya singgah dan menorehkan luka. 'Dia' yang ternyata orang yang seharusnya ku jauhi. 'Dia' yang hanya datang dan singgah untuk memainkan hati ini dan menghancurkan masa depan ku.
All Rights Reserved
#32
mute
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dalam Hijrah #FJSTheWWG
  • Prince Untuk Alea
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • You're Here, But Not For Me
  • Dia Yang Paling Bercahaya | End (Sudah terbit)
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Jodoh Yang Sesungguhnya [Terbit]
  • Dusk In Your Eyes
  • Alinka's Story! [Completo]

1#hijrahcinta "Ta-tapi, kenapa ka Azam memilih saya untuk dijadikan pendamping?" "Bukannya kakak tau, dulu sikapku pada kakak seperti apa?" lanjut Syifa. Azam terdiam sekejap. "Tapi itu dulu kan?" tanyanya singkat. "Dan masa laluku sangatlah buruk. Aku tak pantas untuk kakak. Kakak itu agamanya sangat baik, sedangkan aku?" "Tapi kamu tidak hidup di masa lalu lagi. Kamu akan hidup di masa depan. Dan aku yakin kamu pasti menjadi wanita yang lebih baik." Azam berkata dengan nada santai. "Aku tak pantas untuk kakak," Syifa menundukkan kepalanya. "Kenapa?" "Aku ingin memperbaiki diri dulu." "Aku yang akan membimbingmu." "Lelaki yang baik, untuk perempuan yang baik, pun sebaliknya. Kakak baik tapi aku tidak." "Berhenti merendahkan dirimu. Kamu memang belum baik sepenuhnya, tapi kamu sedang berusaha menjadi baik, kan? Aku akan membimbing mu." "Tapi kak..." "Apa ini tanda kamu menolak lamaranku?" "Tidak begitu..." "Semua terserah padamu. Aku akan menunggu jawabannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines