Kissing In The Crime

Kissing In The Crime

  • WpView
    LETTURE 22,233
  • WpVote
    Voti 683
  • WpPart
    Parti 4
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, lug 13, 2020
"Lepaskan aku Bryan! Atau aku akan menembakmu!" kata Sena. "Coba saja" kata Bryan. Sena lalu mencari pistolnya yang biasa dia letakan dicelana bagian pinggangnya. Namun saat Sena meraba raba ternyata pistolnya sudah tidak ada, sudah Sena duga pelakunya pasti laki laki sialan yang sedang membopongnya seperti membawa karung beras. "Kau sialan Bryan! Kembalikan pistolku! Kau mau bawa aku kemana, hah?!" teriak Sena dengan memukul punggung Bryan. "Kita akan berolaraga seperti Royyan dan Ellena" kata Bryan. "Aku tidak mau!" kata Sena. "Diamlah Sena Kau membuat telingaku sakit!" kata Bryan. _DONT COPY MY STORY_ =====()===== SILAHKAN CEK PROFIL AKU TERUS JANGAN LUPA FOLLOW, KALAU KALIAN TERTARIK SAMA CERITA INI. JANGAN LUPA SETELAH MEMBACA VOTE DAN KOMEN. TERIMA KASIH 💕
Tutti i diritti riservati
#536
billionaire
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • HE OWNS ME
  • Sejarah Kita
  • LOVE STORY SAVA
  • Istri yang tak di inginkan
  • My Devil Husband [END]
  • My Lightover
  • DUNIAKU
  • LAKSAXENA [END]
  • 𝑮𝑨𝑫𝑰𝑺 𝑷𝑶𝑳𝑶𝑺 𝑴𝑰𝑳𝑰𝑲 𝑴𝑨𝑭𝑰𝑨
  • I AM YOU [NEW VERSION]

[COMPLETE] [SEQUEL FROM DEVIL BESIDE ME] #1 in your mind Lisa mempunyai seribu cara untuk membunuh dirinya sendiri, tapi ia tidak lakukan. Lisa mempunya beribu kata maaf untuk diucap, tapi ia sepertinya tidak termaafkan. Ia mengiranya begitu. Guci antik mahal itu, mampukan Lisa memperbaikinya? Menempelnya kembali? Membuatnya halus seperti sedia kala? *** Bola mata biru itu membuatnya ketakutan, merasa rindu, dan bersalah. Dia berubah, bukan seperti yang ia kenal. Ia seperti monster yang siap menebas siapapun yang menganggunya. Sayangnya, monster itu menangkapnya. Memasukkannya dalam kurungan tanpa celah sedikitpun, mengikatnya dengan tali tak kasat mata. "Teruslah mengucapkan kata maaf. Lakukan sampai bibirmu kaku, hingga kulitmu dingin, hingga matamu tertutup." "Lakukan hingga kau mati, Lee." Tetapi ketika Lisa melihat mata yang tajam serta dingin dengan amarah itu, Lisa tidak menyadari bahwa ia menyisakan sedikit tatapan lembut dan nyaman.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti