Reason

Reason

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2020
Sebab bagi Makayla kebahagiaan ialah hal fana yang bersemayam di bumantara. Jika siapapun dari kamu bertanya defenisi dari bahagia, maka ia akan menjawab dengan seulas senyum tipis, "Bahagia, agaknya aku tidak perlu mencari tahu eksistensinya, sebab ia enggan untuk mencampuri kehidupanku, maka jika kau bertanya, aku sama sekali tidak tahu." Lantas jika siapapun dari kamu kembali bertanya, "Apakah ia muak dengan kehidupannya?" Maka Makayla akan tertawa, "Nanti, bila aku menyerah berkawan dengan lara dan luka yang merasuk, itu berarti aku kelewat muak." Ini adalah cerita pertama saya. Jika berkenan, silahkan memberikan votement.:))
All Rights Reserved
#136
parents
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arexsa Jackson Devidos
  • Menata Serpihan Takdir [COMPLETED]
  • Sebelum Luka
  • ayah, mau kemana? [END]
  • Maaf' (Revisi)
  • My Doctors (END)
  • Papah Yang Hebat
  • TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)

∆°•°∆ alur aku rombak sepenuhnya Ia lahir dalam keadaan buta-sebuah kondisi yang tak pernah diharapkan oleh banyak orang di sekelilingnya. Meski begitu, sang ibu selalu menjaganya dengan penuh kasih, menjadi satu-satunya tempat ia merasa diterima. Namun ketika usianya baru menginjak lima tahun, sebuah kejadian tragis mengubah hidupnya selamanya. Saat mereka sedang berjalan bersama, sebuah insiden terjadi. Tanpa ragu sedikit pun, sang ibu melindungi putranya dengan tubuhnya sendiri. Nyawanya tak dapat diselamatkan. Sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ibu mendonorkan kedua matanya untuk putra tercintanya. Sejak saat itu, anak kecil yang dahulu hidup dalam kegelapan akhirnya dapat melihat dunia. Namun cahaya yang ia dapatkan justru diiringi bayang-bayang kebencian. Keluarga besarnya tak pernah benar-benar menerimanya. Mereka menganggap bahwa kematian sang ibu adalah kesalahannya-bahwa dialah penyebab wanita itu kehilangan nyawa. Tumbuh tanpa kehangatan keluarga membuatnya terbiasa menghadapi kesepian. Ia tidak mengenal pelukan, tidak pula kata-kata lembut yang seharusnya menjadi bagian dari masa kanak-kanaknya. Tetapi dari kesunyian itulah ia menempa dirinya. Dengan kecerdasan luar biasa dan IQ yang jauh di atas rata-rata, ia mengabdikan dirinya pada dunia ilmu pengetahuan. Tahun demi tahun ia bekerja keras, hingga akhirnya berhasil mendirikan sebuah perusahaan farmasi yang berkembang pesat. Perusahaannya menembus pasar Asia, Eropa, hingga Amerika. Dari seorang anak yang pernah hidup dalam kegelapan dan kebencian, ia tumbuh menjadi sosok yang menguasai dunia dengan kemampuannya sendiri. Namun di balik kesuksesan itu, ada luka lama yang tak pernah benar-benar sembuh-luka dari seorang anak yang hanya ingin dicintai. ∆°•°∆ dilarang keras plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines