Pantalessa

Pantalessa

  • WpView
    Reads 674
  • WpVote
    Votes 229
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 4, 2020
Balas dendam berujung menaruh hati itu memang sudah biasa dan menjalankan rencana merubah diri seseorang yang ingin membalas dendam pada kamu itu ternyata juga berujung menumbuhkan rasa yang seharusnya tak ada. Aulia dan Elan. Kuylah, ikuti kisah mereka, selamat membaca ♥. 》《 "Kamu tau ga?" "Hmm?" "Kamu itu seperti Samudra Pantalessa" "Loh, kok gitu?" "Karena kamu suka nimbulin bencana dalam hidup aku dan buat perasaan aku ga menentu, hahahahaha" "Ihhh, apaan siih kamu, kok jadi suka gombal si?" "Kan cuma sama kamu sayang" 》《 ^^aku mungkin bukan hal terindah dalam hidup kamu, tapi aku percaya, bahwa kamu salah satu hal terindah dalam hidup aku^^
All Rights Reserved
#834
wattys
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • Abu-abu [TAHAP REVISI]
  • Prestige
  • I Love My Little Sister
  • i hate you bossy!
  • MANUSIA BATU (HIATUS)
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Inersia
  • asmarandana

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines