Sore, Senja, dan Hujan

Sore, Senja, dan Hujan

  • WpView
    Reads 3,070
  • WpVote
    Votes 1,625
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Sat, Oct 17, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Affan Sore Syahputra. Pemuda tampan yang berasal dari keluarga berada. Dian Hujan Buana. Perempuan cantik yang hidup dalam kesederhanaan. Senja Ranti Kusuma. Perempuan manis yang jauh dari kata sempurna. *** Sore kali ini sedang dibingungkan oleh sebuah pilihan. Bukan harta juga tahta, melainkan seorang wanita. Dalam pilihannya tersebut, ia harus memilih satu diantara dua wanita yang sangat disayanginya. Dian Hujan Buana ataukah Senja Ranti Kusuma. Hujan yang rela terjatuh hingga berkali-kali. Atau Senja yang kehadirannya indah namun hanya sesaat. Namun, seiring berjalannya waktu. Akhirnya Sore memutuskan untuk tidak memilih keduanya. Itu karena apa? Persahabatan lebih ia pilih daripada harus memilih cinta tapi mengorbankan salah satunya. *** Sore : " Kalian bertanya, siapa yang harus aku pilih? Maaf, aku tidak akan memilih kalian berdua untuk jadi pendampingku. Namun, aku pilih kalian berdua untuk jadi sahabatku." Dian : " Jika kamu datang untuk membuat kisah indah. Menetaplah. Namun, jika arti dari kedatanganmu hanya sebatas singgah. Pergilah." Senja : " Dan jika senja tidak lagi hadir seindah biasanya. Apakah kamu tetap mau berada di sampingku?"
All Rights Reserved
#46
abg
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • ARCA
  • Memories of 31 december
  • 𝐑yuna ━ Alter Ego
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines