Pada akhirnya, takdir yang menuntun Elisha bertemu dengan cinta sejati; perisai pelindungnya. Perisai yang melindungi dirinya dari kemampuan yang dimiliki. Bertemu Naya si arwah gadis menyedihkan, ternyata adalah perantara bagi Tuhan untuk menuntun jalannya menemukan perisai pelindungnya. Sekuat tenaga ia kerahkan, agar benar-benar bisa menyelesaikan urusan Naya yang belum terselesaikan.
Elisha awalnya enggan membantu. Tapi karena mendengar Naya yang selalu merengek padanya, serta desakan Zaidan tunangan si arwah gadis itu, akhirnya ia pun bersedia membantu. Pikirannya menolak, tapi mungkin Tuhan mengetuk hatinya agar luluh dengan rengek kan arwah gadis tersebut.
Sampai akhirnya ia menyadari, bahwa Zaidan adalah perisai pelindungnya, cinta sejatinya. Dialah takdir cinta Elisha, yang mampu menghilangkan kemampuannya melihat para arwah penasaran.
"Terima kasih sudah membantu Naya tunanganku, dan mau menggantikan posisinya menjadi pemilikku. Kautelah menyelamatkan semuanya, dan sekarang kau kehilangan kemampuanmu. Apa aku masih bisa menjadi perisai pelindungmu sampai akhir nanti, Elisha?"
"Tentu saja. Takdir tidak mengizinkan kita berpisah, begitu pun Naya. Kautetap perisai pelindungku, sampai kapan pun. Sampai kita menua dan keriput bersama, bahkan sampai kita menuju keabadian bersama, dan bertemu Naya di sana. Kita akan tetap bersama. Kau akan tetap menjadi perisaiku, melindungiku."
"Aku mencintaimu, Elisha Farhana."
"Aku juga mencintaimu, Zaidan Pradipta."
Kehidupan memang tak ada yang pernah tau, semua takdir adalah misteri dan semua misteri adalah harapan yang terus diusahakan untuk terjadi. Seperti halnya dengan Risya dan Raka, kisah mereka yang penuh dengan ketidakberdayaan, dipisahkan dari semua pihak yang ingin merenggut kebahagiaan, bahkan hampir merelakan satu sama lain karena suatu alasan. Tetapi kisah mereka tak selemah apa yang dibayangkan. Meski dengan darah, keringat dan air mata. Cinta mereka tetap kokoh walaupun berada di dua dimensi yang berbeda. Asa demi asa tak pernah putus disampaikan pada Tuhannya, hingga Tuhan pun luluh akan besarnya harapan mereka. Tuhan merestui mereka sekali lagi, kalaupun memang akan terpisah lagi, mereka sudah mengingat dengan jelas arah jalan untuk kembali.
-
-
__________________
" Itu hanyalah sepenggal tragedi yang terjadi pada sahabatku Azka sewaktu kecil. Aku sangat prihatin dengan apa yang dialaminya 17 tahun yang lalu. Semua orang tau kejadian pengebom-an diperumahan elit Griya di Jakarta itu, karena sampai sekarang belum ditemukan titik terang motif dari kejadian itu. Tapi ini bukan kisah Azka dan aku. Ini kisahku dengan Raka. Raka Putra Mahfuzh."
-
-
"Jangan tinggalkan aku, aku mohon....aku...ak..aku tak bisa seperti ini, kamu adalah alasan aku untuk terus hidup" - RAKA
-
"Aku mengantuk, aku tidur dulu, nanti bangunkan aku" - RISYA
"Jika bisa" Ucap Risya lagi dengan nada yang sudah hampir tak terdengar. Kemudian ia memejamkan matanya
____________________
(13+)
- Tamat
- Alur Maju-Mundur
- Konflik yang disajikan sangat rumit dan pelik
- Siapkan Tisu dan selamat menebak alurnya
(Nb: Semakin banyak Vote dan Komen dari kalian, semakin cepet di update)