DESTINY
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 16, 2019
Pada akhirnya, takdir yang menuntun Elisha bertemu dengan cinta sejati; perisai pelindungnya. Perisai yang melindungi dirinya dari kemampuan yang dimiliki. Bertemu Naya si arwah gadis menyedihkan, ternyata adalah perantara bagi Tuhan untuk menuntun jalannya menemukan perisai pelindungnya. Sekuat tenaga ia kerahkan, agar benar-benar bisa menyelesaikan urusan Naya yang belum terselesaikan. Elisha awalnya enggan membantu. Tapi karena mendengar Naya yang selalu merengek padanya, serta desakan Zaidan tunangan si arwah gadis itu, akhirnya ia pun bersedia membantu. Pikirannya menolak, tapi mungkin Tuhan mengetuk hatinya agar luluh dengan rengek kan arwah gadis tersebut. Sampai akhirnya ia menyadari, bahwa Zaidan adalah perisai pelindungnya, cinta sejatinya. Dialah takdir cinta Elisha, yang mampu menghilangkan kemampuannya melihat para arwah penasaran. "Terima kasih sudah membantu Naya tunanganku, dan mau menggantikan posisinya menjadi pemilikku. Kautelah menyelamatkan semuanya, dan sekarang kau kehilangan kemampuanmu. Apa aku masih bisa menjadi perisai pelindungmu sampai akhir nanti, Elisha?" "Tentu saja. Takdir tidak mengizinkan kita berpisah, begitu pun Naya. Kautetap perisai pelindungku, sampai kapan pun. Sampai kita menua dan keriput bersama, bahkan sampai kita menuju keabadian bersama, dan bertemu Naya di sana. Kita akan tetap bersama. Kau akan tetap menjadi perisaiku, melindungiku." "Aku mencintaimu, Elisha Farhana." "Aku juga mencintaimu, Zaidan Pradipta."
All Rights Reserved
#85
wattys
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Name Is Erwinda
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • figuran tranmigrasi (ON GOING)
  • Sepasang Luka Merajut Asa [END]
  • Zeyara: Extraordinary Love In a Novel World
  • TERHIMPUN RINDU~dalam  sujud cintaku
  • TRAP!
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Bad and Good
  • She Is not Cleopatra

"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines