Papa Jaehyun

Papa Jaehyun

  • WpView
    LẦN ĐỌC 57,929
  • WpVote
    Lượt bình chọn 5,029
  • WpPart
    Chương 10
WpMetadataReadĐang sáng tác
WpMetadataNoticeĐăng tải lần cuối Thứ 6, thg 4 16, 2021
WpInfo
Fanfic
NCT
❝Loh papa gak kerja?❞ -(y/n) ❝Gak, papa mau jagain kamu aja kamu kan lagi sakit. Nanti siapa coba yang mau bantuin kamu kalo kamu kenapa-kenapa?!❞ -papa ❝Astaga pa, cuman batuk pilek doang pake dijagain bentar lagi juga bisa lari sprint aku❞ -(y/n) ❝Gak, pokonya papa harus jagain kamu. Papa gak mau kamu kenapa-kenapa!!❞ -papa Ya welcome to my pemeli gaes walaupun gua cuman tinggal berdua doang sama bokap gua yaitu papa Jaehyun tapi kan itungannya juga keluarga walau kadang minta di maki, dan untuk yang banyak bilang gua beruntung banget punya bokap masi muda + ganteng. Tapi ada gak enak nya juga bor, bokap gua protect bet sama gua berlebihan malah :( Kalo mama gua?? Yahh sayangnya gua gak bisa liat mama gua untuk yang pertama kali atau pun yang terakhir. Bikaus mama gua meninggal pas ngelahirin gua dan brojol lah gua. Gausa mellow mellow kita langsung cus aja ihaaa was published in 08/04/2019©️chocojaelato
Bảo Lưu Mọi Quyền
#81
kpopimagine
WpChevronRight
Tham gia cộng đồng sáng tác truyện quy mô nhấtNhận đề xuất truyện được cá nhân hóa, lưu các tác phẩm yêu thích vào thư viện, đồng thời bình luận và bình chọn để phát triển cộng đồng của bạn.
Illustration

Bạn cũng có thể thích

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Dua cangkir satu Meja
  • [✔] Karma •Kim Younghoon✔
  • Cwtch • NoHyuck •
  • GEVRONZ
  • Retha  [end]✔️
  • Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔
  • ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓
  • SAPTA HARSA {TERBIT} ✓

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

Thêm Chi Tiết
WpActionLinkNội dung hướng dẫn